KANAL KRIMINAL – Polisi meminta orang-orang yang terlibat dalam pengeroyokan dua pedagang sosis saat Simbangkulon Night Carnival (SKNC), Kabupaten Pekalongan, untuk kooperatif dan menyerahkan diri.
Kapolsek Buaran AKP Sunarto mengatakan penyelidikan kasus tersebut masih berjalan. Polisi kini memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Untuk penanganan, saat ini pemanggilan saksi, kita meminta keterangan dari saksi dahulu,” kata Sunarto kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).
Polisi juga telah menerima laporan dari korban. Setelah menjalani visum, keterangan korban akan menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Sunarto meminta pihak-pihak yang mengetahui atau terlibat dalam pengeroyokan agar tidak menghindar.
“Untuk imbauan agar pelaku kooperatif sehingga permasalahan tersebut bisa segera terungkap,” ujarnya.
Sebelumnya, video pengeroyokan dua pedagang sosis viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah orang mengerumuni dan memukul korban.
Korban Gita Firmansyah (30) mengatakan kejadian bermula saat dirinya dan adiknya, Ikbal Rehan (21), hendak meninggalkan lokasi karnaval sekitar pukul 02.30 WIB.
Saat itu kondisi jalan masih ramai. Gita kemudian membunyikan klakson karena khawatir kendaraannya menabrak orang.
Namun, klakson tersebut justru memicu respons dari sejumlah orang. Gita kemudian menjadi sasaran pengeroyokan. Adiknya yang berusaha membela juga ikut dipukul.
Gita mengaku mengalami sakit pada bagian punggung dan tangan. Kendaraan dagangannya juga sempat diacak-acak, meski tidak mengalami kerusakan parah.
Dalam kasus ini para pelaku tidak menunggu hingga dicari dan ditangkap, tetapi bersikap kooperatif dengan memenuhi proses hukum yang sedang berjalan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













