Cemburu Buta Berujung Penusukan, Duel Dua Anak Punk Gegerkan Kawasan Ramayana Pekalongan

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Korban terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit ARO, Kota Pekalongan setelah perkelahian bersenjata dengan rekan sesama anak punk di depan gapura Jalan Budi Bakti, Sabtu (16/5/16) malam. Foto : Istimewa

Korban terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit ARO, Kota Pekalongan setelah perkelahian bersenjata dengan rekan sesama anak punk di depan gapura Jalan Budi Bakti, Sabtu (16/5/16) malam. Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Perkelahian berdarah antar dua anak punk menggegerkan kawasan depan Mall Ramayana, tepatnya di Jalan Budi Bakti, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Sabtu (16/5/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu rasa cemburu itu berakhir dengan aksi penusukan menggunakan badik hingga korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Korban diketahui bernama Ahmad Reza Handika (19), warga Dukuh Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Sementara terduga pelaku yakni Yoga Ardian (16), warga Perumahan Yasmina, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Berdasarkan data kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di depan Warung Makan Pak Awud, Jalan Budi Bakti 29-31, Noyontaansari. Saat itu korban bersama seorang rekan perempuan datang dari arah Batang menuju Pekalongan dengan menumpang truk dan turun di sekitar lampu lalu lintas Ramayana.

Di lokasi tersebut, pelaku yang sedang nongkrong bersama rekannya melihat korban datang bersama seorang perempuan. Diduga diliputi rasa cemburu, pelaku kemudian menghampiri korban hingga terjadi cekcok mulut yang berlanjut menjadi perkelahian.

Baca Juga :  Soto Tauto Bu Mah, Rasa Otentik yang Selalu Bikin Kangen Pulang ke Pekalongan

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota menyebut motif penganiayaan diduga dipicu persoalan asmara.

“Motifnya kelihatannya cemburu sama pacarnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, baik korban maupun pelaku sama-sama merupakan anak punk. Saat perkelahian berlangsung, pelaku yang memiliki postur tubuh lebih kecil diduga mengambil badik yang terselip di pinggangnya lalu menusukkannya ke tubuh korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami dua luka tusukan di bagian punggung dan satu luka di bagian pinggang kiri. Korban sempat tersungkur sebelum akhirnya warga sekitar melerai perkelahian tersebut.

“Korban dirujuk ke rumah sakit dan saat ini masih menjalani perawatan. Tidak meninggal dunia,” tambahnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Pekalongan Timur kemudian datang ke lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti senjata tajam jenis badik sebelum dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Polisi Telusuri Tiga Orang yang Sempat Berkumpul dengan Daniel Faza sebelum Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ketua RT 04 RW 06 Kelurahan Noyontaansari, Muhammad Zimam Arofiq, mengatakan kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena berlangsung di area jalan yang cukup ramai.

Namun ia memastikan, baik korban maupun pelaku bukan warga setempat.

“Bukan warga sini, anak Batang semua. Penanganannya tadi malam langsung dilakukan kepolisian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kawasan tersebut bukan lokasi tongkrongan anak punk. Menurutnya, peristiwa itu terjadi secara spontan ketika rombongan pelaku dan korban bertemu di sekitar depan gapura Jalan Budi Bakti.

Saat ini kasus penganiayaan tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran
Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan
Kenalan dari Medsos, Motor dan HP Anak di Pemalang Malah Dibawa Kabur
Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Sabtu, 12 September 2026 - 07:25 WIB

Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari

Sabtu, 12 September 2026 - 07:00 WIB

Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri

Jumat, 11 September 2026 - 20:18 WIB

Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terbaru