PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Perkelahian berdarah antar dua anak punk menggegerkan kawasan depan Mall Ramayana, tepatnya di Jalan Budi Bakti, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Sabtu (16/5/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu rasa cemburu itu berakhir dengan aksi penusukan menggunakan badik hingga korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Korban diketahui bernama Ahmad Reza Handika (19), warga Dukuh Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Sementara terduga pelaku yakni Yoga Ardian (16), warga Perumahan Yasmina, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Berdasarkan data kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di depan Warung Makan Pak Awud, Jalan Budi Bakti 29-31, Noyontaansari. Saat itu korban bersama seorang rekan perempuan datang dari arah Batang menuju Pekalongan dengan menumpang truk dan turun di sekitar lampu lalu lintas Ramayana.
Di lokasi tersebut, pelaku yang sedang nongkrong bersama rekannya melihat korban datang bersama seorang perempuan. Diduga diliputi rasa cemburu, pelaku kemudian menghampiri korban hingga terjadi cekcok mulut yang berlanjut menjadi perkelahian.
Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota menyebut motif penganiayaan diduga dipicu persoalan asmara.
“Motifnya kelihatannya cemburu sama pacarnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, baik korban maupun pelaku sama-sama merupakan anak punk. Saat perkelahian berlangsung, pelaku yang memiliki postur tubuh lebih kecil diduga mengambil badik yang terselip di pinggangnya lalu menusukkannya ke tubuh korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami dua luka tusukan di bagian punggung dan satu luka di bagian pinggang kiri. Korban sempat tersungkur sebelum akhirnya warga sekitar melerai perkelahian tersebut.
“Korban dirujuk ke rumah sakit dan saat ini masih menjalani perawatan. Tidak meninggal dunia,” tambahnya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung menghubungi pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Pekalongan Timur kemudian datang ke lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti senjata tajam jenis badik sebelum dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ketua RT 04 RW 06 Kelurahan Noyontaansari, Muhammad Zimam Arofiq, mengatakan kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena berlangsung di area jalan yang cukup ramai.
Namun ia memastikan, baik korban maupun pelaku bukan warga setempat.
“Bukan warga sini, anak Batang semua. Penanganannya tadi malam langsung dilakukan kepolisian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kawasan tersebut bukan lokasi tongkrongan anak punk. Menurutnya, peristiwa itu terjadi secara spontan ketika rombongan pelaku dan korban bertemu di sekitar depan gapura Jalan Budi Bakti.
Saat ini kasus penganiayaan tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pekalongan Kota untuk mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













