Perbaikan Jalan Penghubung Jepara-Demak Hampir Separuh Rampung, Akses Distribusi Barang Diproyeksi Makin Lancar

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 10:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ruas jalan Manyargading –Guwosobokerto menjadi salah satu akses utama penghubung Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak, kini telah mencapai 47,77 persen, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

Ruas jalan Manyargading –Guwosobokerto menjadi salah satu akses utama penghubung Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak, kini telah mencapai 47,77 persen, Senin (20/7/26). Foto : Istimewa

JEPARA, KANALPLUS.ID – Peningkatan ruas jalan Manyargading–Guwosobokerto, yang menjadi salah satu akses utama penghubung Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak, kini telah mencapai 47,77 persen. Proyek tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat distribusi barang di kawasan perbatasan kedua daerah.

Pekerjaan di ruas tersebut meliputi pengaspalan lapis aus (AC-WC) sepanjang 2.204 meter dengan lebar 4,5 meter, disertai pembangunan saluran drainase untuk meningkatkan ketahanan jalan saat musim hujan.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu prioritas karena memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik kualitas maupun waktunya. Infrastruktur jalan menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di Kabupaten Jepara,” katanya saat meninjau proyek, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar di Pos Ronda Demak, Polisi Duga Korban Pembunuhan

Menurutnya, jalur Manyargading–Guwosobokerto merupakan salah satu koridor strategis yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian, perdagangan, hingga aktivitas masyarakat lintas kabupaten.

Karena itu, pemerintah daerah meminta pelaksana proyek menjaga kualitas pekerjaan agar jalan memiliki usia layanan yang lebih panjang dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Selain memantau ruas jalan perbatasan Jepara-Demak tersebut, pemerintah juga mengevaluasi progres dua proyek infrastruktur lain yang sedang berjalan.

Peningkatan Jalan Gidanglo–Guwosobokerto dengan konstruksi beton sepanjang 347 meter dan lebar 5 meter hampir selesai dikerjakan. Hingga pertengahan Juli, progres proyek telah mencapai 96,51 persen.

Sementara itu, pembangunan Jalan Lingkar Pecangaan yang meliputi pekerjaan jalan beton dan pengaspalan telah mencapai 55,64 persen. Ruas ini dipersiapkan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pecangaan yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan.

Baca Juga :  Curhat ke Kapolres, Driver Ojol Kendal Soroti Penanganan Kecelakaan

Witiarso menegaskan seluruh proyek infrastruktur tersebut akan terus diawasi hingga selesai agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan konektivitas antarkawasan menjadi salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga.

Di sisi lain, warga Desa Manyargading, Rinto, berharap pengerjaan jalan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Selama ini kondisi jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas sehari-hari serta meningkatkan biaya perawatan kendaraan.

“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah diperbaiki. Kami berharap segera selesai supaya perjalanan lebih nyaman, tidak macet, dan kendaraan juga tidak cepat rusak,” ujarnya.

Ia berharap setelah proyek rampung, akses menuju wilayah Demak maupun pusat-pusat ekonomi di Jepara menjadi lebih lancar sehingga berdampak pada meningkatnya aktivitas perdagangan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru