Pria Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kesesi, Polisi: Diduga Epilepsi Kambuh

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 07:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Proses evakuasi korban dilakukan polisi setelah menerima laporan korban mengapung di saluran irigasi Desa Sidomulyo, Senin (13/7/26). Foto : Istimewa

Proses evakuasi korban dilakukan polisi setelah menerima laporan korban mengapung di saluran irigasi Desa Sidomulyo, Senin (13/7/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Seorang pria ditemukan  meninggal dunia dalam keadaan mengapung di aliran irigasi Dukuh Semangu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Senin (13/7/2026) pagi. Hasil pemeriksaan kepolisian menyimpulkan korban diduga meninggal akibat tenggelam setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

Kapolsek Kesesi AKP Dulsalim mengatakan, laporan penemuan jenazah diterima petugas sekitar pukul 06.10 WIB. Polisi kemudian mendatangi lokasi bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pekalongan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata AKP Dulsalim.

Korban diketahui merupakan pria berusia 57 tahun, warga Dukuh Semangu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi.

Peristiwa bermula saat seorang warga yang hendak mencuci pakaian di aliran sungai sekitar pukul 06.00 WIB melihat sesuatu mengapung sekitar 10 meter dari posisinya. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan tubuh seorang laki-laki dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga :  Usai Padepokan Padang Ati Ditutup, Pemkab Pekalongan Pastikan Ratusan Santri Tetap Sekolah dan Dapat Pendampingan Psikologis

Saksi yang terkejut kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT, diteruskan ke Kepala Desa Sidomulyo, hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Kesesi.

Petugas yang tiba di lokasi mendapati korban dalam posisi miring telungkup di tepi aliran sungai. Bersama warga, polisi kemudian mengevakuasi jenazah ke darat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan sepasang sandal jepit berwarna kuning yang diduga milik korban, berjarak sekitar 20 meter dari titik ditemukannya jenazah. Berdasarkan temuan di lokasi, korban diduga sebelumnya hendak buang air besar di sungai sebelum insiden terjadi.

AKP Dulsalim menjelaskan, hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa baju batik dan sarung. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga :  Diduga Janjian Lewat Media Sosial, Belasan Remaja Gagal Tawuran di Wiradesa, Satu Bawa Palu

“Keterangan keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Dugaan kami, penyakit tersebut kambuh sehingga korban kehilangan kesadaran, terjatuh ke sungai, lalu hanyut hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan warga, korban juga sempat terlihat mampir ke pos ronda sekitar pukul 03.00 WIB dan meminta sebatang rokok sebelum melanjutkan perjalanan.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan meyakini peristiwa tersebut merupakan musibah. Polisi kemudian membuat surat pernyataan penolakan autopsi sebelum menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Dari hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, maupun pemeriksaan terhadap jenazah, kami menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam yang dipicu kambuhnya penyakit epilepsi yang dideritanya,” pungkas AKP Dulsalim.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan
Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini
Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat
Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono
Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya
Kepala SD Negeri di Pekalongan Dicopot Usai Terbukti Mesum dengan Guru di Sekolah
Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi di Pekalongan Mulai Tuntas, Pinjaman Mekar dan BTPN Dilunasi
Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini

Senin, 7 September 2026 - 11:29 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat

Sabtu, 5 September 2026 - 09:30 WIB

Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono

Sabtu, 5 September 2026 - 08:57 WIB

Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB