Tak Sekadar Adu Kicau, Piala SBS 2026 Wakafkan Seluruh Uang Pendaftaran Peserta untuk Kaum Dhuafa

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lomba Kicau Mania Syafaat Festival Bubur Suro 2026 hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Tegal diikuti sekitar 200 peserta dan menghimpun dana wakaf hingga Rp27 juta, Minggu (12/7/26).

Lomba Kicau Mania Syafaat Festival Bubur Suro 2026 hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Tegal diikuti sekitar 200 peserta dan menghimpun dana wakaf hingga Rp27 juta, Minggu (12/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Berbeda dari kebanyakan lomba burung berkicau, Kicau Mania Piala SBS (Syafaat Bubur Suro) 2026 menghadirkan konsep yang memadukan kompetisi dengan aksi sosial. Seluruh biaya pendaftaran peserta pada perlombaan yang merupakan bagian dari Syafaat Festival Bubur Suro 2026 hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Tegal disalurkan sebagai dana wakaf untuk membantu masyarakat.

Koordinator lomba, Erik Kantona, mengatakan seluruh uang yang masuk dari biaya pendaftaran peserta tidak digunakan sebagai keuntungan penyelenggara, melainkan disumbangkan kepada Yayasan Wakaf Kaum Dhuafa.

“Jadi semua uang pendaftaran kami wakafkan. Para pemain atau peserta lomba tetap dapat hadiahnya dan sedekahnya juga dapat,” kata Erik kepada kanalplus.id di sela kegiatan lomba, Minggu (12/7/2026).

Erik menyebut dana yang berhasil dihimpun dari ratusan peserta diperkirakan mencapai Rp25 juta hingga Rp27 juta. Seluruhnya akan dimanfaatkan yayasan untuk program penyediaan bibit pangan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“Semua disumbangkan ke Yayasan Wakaf Kaum Dhuafa untuk bibit pangan,” ujarnya.

Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat gelaran Piala SBS mendapat sambutan luar biasa dari komunitas kicau mania. Selain berkesempatan membawa pulang hadiah, peserta juga merasa ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial.

Baca Juga :  Kerugian Kebakaran Rumah di Pekalongan Ditaksir Rp30 Juta

Antusiasme peserta terlihat dari hampir seluruh kelas perlombaan yang terisi penuh. Bahkan panitia mengaku masih banyak penghobi burung yang ingin mendaftar, namun tidak lagi membuka kelas tambahan.

“Per kelas hampir semuanya penuh. Bahkan masih banyak yang mencari tiket, tetapi kami tidak membuka kelas tambahan lagi,” katanya.

Piala SBS 2026 sendiri mempertandingkan 12 kelas, mulai dari Murai Batu, Murai Muda, Cucak Ijo, Kacer hingga Cendet. Dalam setiap sesi, arena diisi sekitar 200 burung yang berasal dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal hingga Semarang.

Untuk mengikuti perlombaan, panitia menyediakan tiket dengan harga yang relatif terjangkau. Kelas termurah dibanderol Rp30 ribu, sedangkan kelas utama Murai Batu dikenakan biaya Rp350 ribu.

Meski harga tiket tergolong ekonomis, hadiah yang diperebutkan cukup menggiurkan. Total hadiah mencapai sekitar Rp25 juta dalam bentuk uang tunai, trofi eksklusif dan piagam penghargaan.

Baca Juga :  Food Bank Pekalongan Bidik Distribusi 2.000 Porsi Makanan per Hari untuk Warga Rentan

Khusus kelas utama Murai Batu Rp350 ribu, juara pertama memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta, trofi eksklusif, serta bonus kepala Manyung yang menjadi ciri khas perlombaan tersebut.

“Untuk kelas utama kita memang konsepnya paket hemat, tetapi hadiahnya mewah,” ujar Erik.

Menurutnya, trofi eksklusif juga menjadi magnet tersendiri. Sebab, Piala SBS hanya digelar dalam rangka Syafaat Festival Bubur Suro sehingga memiliki nilai prestise bagi para penghobi burung.

“Trofinya eksklusif dan tidak setiap bulan ada. Itu yang membuat peserta antusias,” terangnya.

Persaingan pun berlangsung ketat. Sejumlah peserta bahkan membeli tiket hampir di seluruh kelas untuk menambah peluang meraih prestasi. Tak sedikit pula burung yang mampu menyabet gelar juara lebih dari satu kategori karena memiliki performa stabil.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Edi Budiarso asal Kajen, Kabupaten Pekalongan. Bersama Murai Batu andalannya bernama Kingdom, ia berhasil memborong kemenangan di tiga dari empat kelas yang diikuti.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus
2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi
Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos
TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda
Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai
Lazismu Pekalongan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha untuk 16 Pelaku UMKM

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Rabu, 9 September 2026 - 09:01 WIB

2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Jumat, 4 September 2026 - 10:29 WIB

Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB