Terpilih dari 15 Ribu Pelajar SMK, 160 Siswa Batang Rampungkan Program PRIMA di KEK Industropolis

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sekda Batang Sri Purwaningsih menyerahkan piagam pelatihan kepada perwakilan peserta PRIMA di KEK Industropolis Batang, Jumat (3/7/26).

Sekda Batang Sri Purwaningsih menyerahkan piagam pelatihan kepada perwakilan peserta PRIMA di KEK Industropolis Batang, Jumat (3/7/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Sebanyak 160 siswa dari delapan SMA dan SMK di Kabupaten Batang resmi menyelesaikan Program Resiliensi Industri Masa Depan atau PRIMA di KEK Industropolis Batang, Jumat (3/7/2026).

Mereka menjadi kelompok awal pelajar yang digembleng melalui pelatihan fisik, kedisiplinan, pembentukan karakter serta pengenalan etos kerja industri selama lima hari, sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026.

Di tengah jumlah siswa SMK di Kabupaten Batang yang diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu orang, peserta PRIMA disebut sebagai pelajar terpilih yang diharapkan dapat menjadi contoh di sekolah masing-masing.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang dibacakan pada acara pelepasan peserta, program tersebut dinilai menjadi bentuk keterlibatan langsung dunia usaha dan industri dalam menyiapkan generasi muda Batang.

“Yang dididik kali ini hanya 160 dari delapan SMK. Siswa SMK di Kabupaten Batang kurang lebih ada 15 ribu. Artinya masih ada sekitar 14 ribu siswa lainnya yang perlu mendapatkan penguatan seperti ini,” bunyi sambutan tersebut, Jumat (3/7/2026).

Program PRIMA tidak hanya membekali siswa dengan pemahaman tentang dunia kerja, tetapi juga diarahkan untuk menjawab keluhan dunia usaha dan industri terhadap kesiapan tenaga kerja muda.

Selama ini, dunia industri kerap menyoroti persoalan kedisiplinan, mental yang belum kuat, cepat bosan, sulit beradaptasi, hingga rendahnya motivasi untuk berkembang pada sebagian pekerja baru.

“Sekolah mungkin sudah cukup membekali kompetensi dan keahlian. Namun yang ingin dikuatkan melalui program ini adalah karakter kepekerjaan, etika, perilaku, dan kemampuan beradaptasi dengan tuntutan dunia usaha dan industri,” lanjut sambutan tersebut.

Baca Juga :  Orang Tua Murid Bisa Tunda Belanja Seragam Sekolah, Pemkab Batang Siapkan Gratis untuk Ribuan Siswa Baru

Manfaat pelatihan lima hari itu disebut mulai terlihat dari perubahan fisik dan kedisiplinan peserta. Saat pembukaan program, sejumlah siswa dilaporkan sempat kelelahan ketika mengikuti upacara pagi di bawah cuaca panas.

Namun pada kegiatan penutupan, para peserta mampu berdiri mengikuti rangkaian acara dalam waktu cukup lama tanpa terlihat mengalami kesulitan berarti.

“Pada pembukaan ada yang sempat tumbang dan kelelahan. Setelah lima hari mengikuti PRIMA, tadi berdiri cukup lama di bawah panas, tetapi tidak ada yang goyah. Ini contoh nyata manfaatnya,” tutup bunyi sambutan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Batang menilai program tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan generasi muda daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan kawasan industri.

Dalam sambutan Bupati Batang yang dibacakan Sri Purwaningsih, peserta diminta menjadikan selesainya pelatihan sebagai awal pembuktian diri, bukan akhir dari proses belajar.

“Closing ceremony ini bukan akhir dari segalanya, melainkan garis start atau awal dari pembuktian diri kalian yang sesungguhnya,” kata Sri saat membacakan sambutan Bupati Batang.

Ia menegaskan, siswa SMK Batang harus mampu mengambil peran dalam peluang kerja yang tumbuh seiring perkembangan kawasan industri. Keahlian teknis yang diperoleh di sekolah, menurutnya, harus disertai dengan sikap kerja yang kuat.

“Hard skill akan menjadi jauh lebih hebat jika dibarengi soft skill seperti kejujuran, integritas, keramahan, dan kemampuan berkomunikasi. Dunia industri tidak hanya mencari orang pintar, tetapi pribadi tangguh yang memiliki karakter kuat dan mau terus belajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Nelayan hingga Ponpes Jadi Sasaran, 31 Hewan Kurban dari PLTU Batang Disebar ke 25 Titik

Kabupaten Batang saat ini terus bertransformasi sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Kehadiran KEK Industropolis Batang dan berbagai perusahaan di dalamnya dinilai membuka peluang kerja yang besar bagi masyarakat lokal.

Namun, pemerintah daerah mengingatkan agar peluang tersebut tidak hanya dinikmati oleh tenaga kerja dari luar daerah.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Pemuda-pemudi SMK dari Batang harus menjadi aktor utama dan mengisi posisi-posisi strategis di industri masa depan,” tegasnya.

Program PRIMA diproyeksikan menjadi jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan nyata industri. Pemerintah Kabupaten Batang berharap pelatihan tersebut dapat membantu lulusan SMK lebih siap memasuki dunia kerja, mempercepat proses adaptasi, sekaligus menekan angka pengangguran.

Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga mendorong agar program tersebut tidak berhenti pada satu angkatan. Kurikulum pelatihan dinilai berpotensi dikembangkan dan diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah, khususnya SMK.

Para peserta pun diminta membawa kebiasaan positif yang dibangun selama pelatihan ke lingkungan sekolah dan keluarga.

“Jangan setelah pulang dari pelatihan kembali ke perilaku semula. Jadilah contoh terbaik di sekolah masing-masing,” pesan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kepada para peserta.

Dengan selesainya program tersebut, 160 pelajar dari SMA Negeri 1 Batang, SMK Negeri 1 Warungasem, SMK Negeri 1 Kandeman, SMK Negeri 1 Blado, SMK Ma’arif NU 01 Limpung, SMK PGRI Batang, SMK Diponegoro Batang, dan SMK Diponegoro Bawang diharapkan menjadi kelompok awal calon sumber daya manusia Batang yang lebih siap menghadapi dunia industri.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB