PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Ketika jalan kabupaten yang menjadi urat nadi warga tak kunjung diperbaiki, masyarakat Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, memilih mengambil sekop dan membeli semen sendiri.
Ratusan warga pun turun ke jalan dalam Gerakan Semen Rakyat. Mereka bergotong royong menambal ruas jalan rusak yang menghubungkan Tembelang Gunung, Ketingkrang hingga menuju Kecamatan Paninggaran.
Bukan proyek pemerintah. Bukan pula hasil pokok pikiran dewan. Jalan yang selama ini menjadi kewenangan pemerintah itu justru diperbaiki dengan uang hasil patungan warga, sumbangan perantau, hingga bantuan semen dari masyarakat sekitar.
Koordinator kegiatan, Kasturah, menegaskan seluruh biaya yang digunakan dalam kegiatan tersebut murni berasal dari masyarakat.
“Saya sampaikan kegiatan ini sama sekali tidak dibantu oleh pemerintah. Ini mutlak murni dari warga masyarakat setempat,” tegasnya di sela kegiatan, Senin (22/6/2026).
Menurut Kasturah, kondisi jalan yang rusak bukan lagi sekadar mengganggu kenyamanan. Kerusakan jalan telah berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga.
Ia mengaku kerap mendengar anak-anak sekolah terjatuh saat melintasi jalan yang berlubang dan rusak parah. Bahkan warga yang sedang sakit dan hendak berobat harus menghadapi perjalanan yang menyiksa akibat kondisi jalan yang terjal dan rusak.
“Kadang ada anak sekolah yang jatuh. Orang tua yang mau berobat malah bisa bertambah sakit karena kondisi jalannya sangat parah,” ujarnya.
Ironi semakin terasa karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Namun di tengah keterbatasan anggaran dan belum adanya perbaikan menyeluruh, warga memilih bergerak sendiri daripada menunggu tanpa kepastian.
Dana perbaikan dikumpulkan dari berbagai sumber. Warga Petungkon dan Tembelang Gunung menyisihkan uang secara sukarela. Sejumlah warga menyumbang semen, sementara kelompok perantau yang tergabung dalam Guyub Rukun Selawase Tembelang Gunung (GERSTEG) ikut menggalang bantuan dari luar daerah.
Di tengah aktivitas pengecoran, Kasturah melontarkan kritik terbuka kepada para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan V Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, warga selama ini lebih sering melihat politisi datang ketika masa kampanye dibanding saat masyarakat menghadapi persoalan nyata.
“Saya mohon untuk DPRD Dapil 5, datangnya jangan hanya untuk mencari suara saja,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan bukan tanpa alasan. Warga mengaku telah lama berharap ada perhatian serius terhadap kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat, namun hingga kini perbaikan permanen belum juga terealisasi.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Tutur Atmojo, menyebut jalan tersebut merupakan akses vital yang menopang aktivitas ekonomi warga. Karena tak kunjung mendapatkan penanganan yang memadai, masyarakat akhirnya memilih melakukan perbaikan darurat secara swadaya.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian kami. Karena belum mendapatkan perbaikan yang memadai, kami berinisiatif melaksanakan swadaya lewat Gerakan Semen Rakyat,” terangnya.
Meski berhasil memperbaiki sebagian ruas jalan, warga menyadari apa yang mereka lakukan hanyalah solusi sementara. Mereka berharap aksi patungan membeli semen ini tidak menjadi pemandangan yang terus berulang setiap tahun.
Sebab bagi warga Petungkon, memperbaiki jalan kabupaten dengan uang sendiri mungkin bisa dilakukan sekali atau dua kali. Namun memastikan jalan tersebut layak dan aman untuk jangka panjang tetap menjadi tanggung jawab pemerintah yang selama ini mereka tunggu kehadirannya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









