Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Mantan tenaga outsourcing di lingkungan Kabupaten Pekalongan Boge Kurniawan menjadi saksi terakhir yang diperiksa oleh penyidik KPK, Jumat (19/6/26).

Mantan tenaga outsourcing di lingkungan Kabupaten Pekalongan Boge Kurniawan menjadi saksi terakhir yang diperiksa oleh penyidik KPK, Jumat (19/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Hari terakhir pemeriksaan saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Pekalongan Kota tidak hanya menutup rangkaian pemeriksaan terhadap pejabat dan pihak swasta, tetapi juga menghadirkan kesaksian dari seorang mantan tenaga outsourcing yang mengungkap sejumlah persoalan ketenagakerjaan.

Boge Kurniawan menjadi salah satu saksi terakhir yang dimintai keterangan penyidik. Selama menjalani pemeriksaan, ia mengaku mendapat sekitar 12 pertanyaan yang sebagian besar berfokus pada sistem outsourcing yang pernah dijalaninya.

“Saya menyampaikan terkait outsourcing yang saya alami,” ujar Boge usai pemeriksaan, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, penyidik tidak hanya menggali status pekerjaannya, tetapi juga menanyakan berbagai aspek yang berkaitan dengan hubungan kerja, mulai dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, jaminan hari tua hingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

“Saya juga ditanya soal BPJS, jaminan hari tua, BPJS Kesehatan, sama PKWT,” katanya.

Baca Juga :  Balita Tewas, Daihatsu Feroza Masuk Jurang 20 Meter di Pekalongan Usai Tabrak Tebing

Dalam keterangannya kepada penyidik, Boge mengaku seharusnya memperoleh kompensasi saat hubungan kerjanya berakhir. Namun, menurutnya hak tersebut tidak pernah diterima.

“Seharusnya saya mendapatkan tunjangan untuk pemberhentian, tapi tidak,” ungkapnya.

Penyidik juga mendalami proses berakhirnya hubungan kerja tersebut. Boge mengatakan dirinya diberhentikan pada Januari 2025.

“Saya menjawab diberhentikan tahun 2025 bulan Januari,” jelasnya.

Ia bahkan menyebut pemberhentiannya dilakukan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang dikenalnya sebagai Toib Ndala. Menurut Boge saat itu dirinya tidak menerima surat pemberhentian secara resmi.

“Saya diberhentikan oleh Pak Sekdin Dinas Kesehatan, Pak Toib Ndala. Terus tidak ada surat pemberhentian,” terangnya.

Selain membahas status pekerjaannya, penyidik juga sempat menanyakan apakah dirinya mengenal sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut KPK. Boge mengaku mengenal beberapa nama tersebut, namun hanya sebatas mengetahui dan tidak memiliki hubungan pribadi.

Baca Juga :  Di Tengah Larangan KPK, Pemkab Pekalongan Tetap Gelontorkan Rp3,3 Miliar APBD untuk Polres dan Kejari

Di akhir pemeriksaan, Boge mengaku menyampaikan harapan kepada penyidik agar persoalan yang menimpa para tenaga outsourcing ikut menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Saya juga menyampaikan kepada penyidik KPK supaya teman-teman yang terdampak bisa dipekerjakan kembali. Saya kasihan dengan mereka, karena tidak tahu-menahu terkait urusan pilkada,” katanya.

Kesaksian Boge menjadi penutup rangkaian pemeriksaan maraton yang dilakukan KPK di Mapolres Pekalongan Kota. Keterangan dari mantan tenaga outsourcing itu dinilai menambah sudut pandang baru dalam pendalaman penyidik terhadap dugaan praktik pengadaan tenaga outsourcing, termasuk mekanisme perekrutan, perlindungan hak pekerja, hingga proses pemberhentian yang diduga terjadi dalam perkara yang tengah diusut lembaga antirasuah tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Belum Memuncak, 816 Warga Pekalongan Sudah Bergantung pada Truk Tangki Air
Lutung Jawa ‘Tersesat’ ke Permukiman Pekalongan, Akhirnya Dilepasliarkan di Hutan Linggo Asri
Pamit Bersihkan Ladang Tak Kembali, Kakek Munajat Ditemukan Tewas di Hutan Pekalongan
Bara Tungku Disangka Padam, Delapan Jam Kemudian Hanguskan Dapur Rumah Lansia di Pekalongan
Balita Tewas, Daihatsu Feroza Masuk Jurang 20 Meter di Pekalongan Usai Tabrak Tebing
Hakim Tunda Putusan, Vonis Duwel di Kasus Gacon Dijadwalkan 10 Agustus
JPU Bersikukuh Terdakwa Berperan Aktif, Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Pledoi Kasus Gacon Pekalongan
Sidang Lanjutan Kasus Purwanto Alias Gacon di PN Pekalongan Sempat Diskors, HP Pengunjung Berbunyi Berulang Saat Pledoi Dibacakan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Kemarau Belum Memuncak, 816 Warga Pekalongan Sudah Bergantung pada Truk Tangki Air

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Lutung Jawa ‘Tersesat’ ke Permukiman Pekalongan, Akhirnya Dilepasliarkan di Hutan Linggo Asri

Minggu, 2 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Pamit Bersihkan Ladang Tak Kembali, Kakek Munajat Ditemukan Tewas di Hutan Pekalongan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Bara Tungku Disangka Padam, Delapan Jam Kemudian Hanguskan Dapur Rumah Lansia di Pekalongan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:10 WIB

Balita Tewas, Daihatsu Feroza Masuk Jurang 20 Meter di Pekalongan Usai Tabrak Tebing

Berita Terbaru