‘Sudah Gajian Tetap, Kok Masih Takut Berinovasi?’ Bupati Batang Sentil Mental Zona Nyaman PNS

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Batang M Faiz Kurniawan berikan sentilan menohok kepada ASN yang minim kreativitas dalam bekerja dan lebih memilih berada di zona nyaman dalam bekerja, Kamis (11/6/26). Foto : Iluatrasi AI

Bupati Batang M Faiz Kurniawan berikan sentilan menohok kepada ASN yang minim kreativitas dalam bekerja dan lebih memilih berada di zona nyaman dalam bekerja, Kamis (11/6/26). Foto : Iluatrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Pernyataan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat melantik Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) periode 2026–2031 menjadi tamparan keras bagi birokrasi di lingkungan Pemkab Batang. Di hadapan para pejabat, Faiz secara terbuka menilai kreativitas aparatur sipil negara (ASN) kerap tumpul karena terlena dengan kenyamanan status dan penghasilan yang diterima setiap bulan.

Menurutnya, kepastian gaji dan tunjangan justru membuat sebagian PNS enggan berpikir lebih keras untuk menghasilkan terobosan baru.

“Orang kalau sudah jadi PNS itu, mohon maaf, kreativitasnya biasanya menurun. Karena sudah berada di zona nyaman. Mau mikir kenceng atau mikir biasa, gajinya tetap sama. Akhirnya yang dipilih ya yang aman-aman saja,” ujar Faiz di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis (11/6/2026).

Sindiran itu tidak berhenti di situ. Faiz juga mengkritik pola kerja sejumlah organisasi perangkat daerah yang dinilainya masih ingin mengerjakan semua hal sendiri, termasuk pekerjaan yang membutuhkan sentuhan kreativitas.

Baca Juga :  Angka Putus Sekolah Tinggi, Bupati Singgung Lemahnya Pengawasan Kades di Batang

Akibatnya, berbagai program pemerintah hanya berputar pada konsep lama dengan kemasan yang nyaris tidak berubah setiap tahun.

“Output-nya monoton, dari tahun ke tahun tampilannya begitu-begitu saja. Penyebabnya sederhana, ide dan gagasannya terbatas karena semuanya ingin dikerjakan sendiri oleh dinas,” katanya.

Faiz menegaskan bahwa dinas bukanlah rumah produksi kreatif. Peran birokrasi seharusnya menjadi fasilitator yang menyiapkan regulasi, anggaran, pendampingan, dan pengawasan, bukan memonopoli proses kreatif yang justru membutuhkan perspektif baru.

Ia bahkan secara terbuka meminta seluruh dinas mulai melibatkan Komite Ekonomi Kreatif dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah, terutama penyelenggaraan event.

Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif memiliki semangat, energi, dan keberanian berpikir di luar kebiasaan yang belum tentu dimiliki birokrasi.

“Yang kreatif-kreatif ini serahkan kepada anak-anak muda dan teman-teman Komite Ekraf. Mereka punya passion, punya energi, dan ide-ide yang out of the box,” tegasnya.

Baca Juga :  KDMP di Batang Picu Persoalan Baru, 40 Titik Tabrak LP2B dan Desa Dibebani Kewajiban Lahan Pengganti

Bupati berharap dinas cukup memberikan koridor kebijakan dan dukungan anggaran, sementara konsep serta pelaksanaan dipercayakan kepada pihak yang memang bergerak di bidang kreatif.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap budaya birokrasi yang selama ini dinilai terlalu nyaman dengan rutinitas, sehingga inovasi sering kali hanya menjadi slogan di atas kertas. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, Faiz mengingatkan bahwa mempertahankan cara lama bukan lagi pilihan jika pemerintah ingin tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pesan yang disampaikan pun cukup jelas yakni, jika kreativitas birokrasi mulai kalah oleh zona nyaman, maka sudah saatnya memberi ruang bagi mereka yang berani menghadirkan ide-ide baru.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan
APBD Batang 2025 Catat Surplus Rp53,47 Miliar, Kas Daerah Sisakan SILPA Hampir Rp200 Miliar
Batang Siapkan Mesin Pengolah Sampah Rp50 Miliar, Sembilan Kecamatan Tak Lagi Bergantung pada Penumpukan TPA
Bupati Batang Siapkan Penertiban PKL di Area Publik, Alun-alun dan Trotoar Harus Steril dari Aktivitas Berdagang
Kenaikan Pertamax Berpotensi Ubah Pola Konsumsi Warga Batang, Disperindagkop Pantau Dampak ke Pasar dan Distribusi
Program Seragam Gratis di Batang Libatkan Sekolah Swasta, Penjahit Lokal Diprioritaskan Garap Pesanan
Rem Blong, Tronton Muatan Besi Tabrak Dump Truk di Pantura Batang hingga Terguling
BPS Batang Siapkan 825 Petugas Sensus Ekonomi, Terlambat Masuk Pelatihan Langsung Dicoret

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:59 WIB

Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:38 WIB

Batang Siapkan Mesin Pengolah Sampah Rp50 Miliar, Sembilan Kecamatan Tak Lagi Bergantung pada Penumpukan TPA

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:07 WIB

‘Sudah Gajian Tetap, Kok Masih Takut Berinovasi?’ Bupati Batang Sentil Mental Zona Nyaman PNS

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:41 WIB

Bupati Batang Siapkan Penertiban PKL di Area Publik, Alun-alun dan Trotoar Harus Steril dari Aktivitas Berdagang

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:36 WIB

Kenaikan Pertamax Berpotensi Ubah Pola Konsumsi Warga Batang, Disperindagkop Pantau Dampak ke Pasar dan Distribusi

Berita Terbaru