UMKO Perkuat Implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Dosen Diminta Integrasikan Nilai AIK di Setiap Mata Kuliah

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peserta dan Narasumber Workshop AIK Kemuhammadiyahan UMKO

Peserta dan Narasumber Workshop AIK Kemuhammadiyahan UMKO

KOTABUMI, KANALPLUS.ID – Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) terus memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam proses pembelajaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pendidikan di lingkungan kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami dan ideologi Muhammadiyah yang kuat.

Rektor UMKO, Dr. Irawan Suprapto, M.Pd., menegaskan bahwa AIK merupakan fondasi utama yang membedakan perguruan tinggi Muhammadiyah dengan perguruan tinggi lainnya.

“Al-Islam dan Kemuhammadiyahan merupakan fondasi utama yang membedakan perguruan tinggi Muhammadiyah dengan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, implementasi AIK harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses pendidikan, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, hingga interaksi antara dosen dan mahasiswa di lingkungan kampus.

Penguatan nilai-nilai tersebut juga menempatkan dosen sebagai aktor utama dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. Selain menyampaikan materi sesuai bidang keilmuan, dosen diharapkan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dr. Junaidi, M.Ag., menilai penguatan AIK bukan hanya menjadi tanggung jawab dosen pengampu mata kuliah AIK, melainkan seluruh dosen di lingkungan UMKO.

Baca Juga :  Diduga Kambuh, ODGJ di Pekalongan Bunuh Kakak Kandung dan Lukai Keponakannya

“Tidak cukup jika nilai Kemuhammadiyahan hanya diajarkan pada mata kuliah tertentu. Semangat dan nilai-nilai Muhammadiyah harus hadir dalam setiap ruang kelas dan menjadi bagian dari budaya akademik kampus,” katanya.

Menurutnya, dosen Muhammadiyah perlu memiliki kemampuan mengaitkan materi perkuliahan dengan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan secara relevan sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, implementasi AIK masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat pemahaman dosen terhadap materi Kemuhammadiyahan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi alasan pentingnya pelatihan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas dosen agar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ideologi, sejarah, gerakan, dan nilai-nilai Muhammadiyah.

Dosen AIK UMKO, Zakiatun Nufus, M.E., mengatakan penguatan kompetensi dosen merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan penerapan AIK di lingkungan kampus.

Baca Juga :  Generasi Z Ubah Peta Persaingan Kampus, UHAMKA Bagikan Strategi Branding Digital ke Universitas Darunnajah

“Penguatan kompetensi dosen dalam bidang Kemuhammadiyahan merupakan langkah penting untuk memastikan implementasi nilai-nilai AIK berjalan secara maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, dosen yang memahami substansi Kemuhammadiyahan akan lebih mudah mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam proses pembelajaran secara alami dan bermakna.

Dari sisi mahasiswa, penguatan AIK juga dipandang penting untuk membentuk karakter, etika, serta kepedulian sosial yang berlandaskan prinsip Islam berkemajuan. Mahasiswa berharap pembelajaran AIK tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui penguatan implementasi AIK, UMKO berkomitmen membangun budaya akademik yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang berintegritas, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen terhadap dakwah dan gerakan Muhammadiyah sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.(*)

Berita ini merupakan hasil liputan Mahasiswa Prodi Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO). Sebagai salah satu penilaian Mata Kuliah Editorial.

Penulis : Sindung

Editor : Sindung Perkasa

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta
KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau
KAI Group Buka Rekrutmen 2026, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA hingga S1
KAI Tambah Kapasitas KA Kaligung Selama September, Warga Pekalongan Lebih Mudah ke Semarang
Berawal dari Batik Tulis Rintisan, Usaha Carmidah di Tegal Kini Libatkan 25 Pekerja
Lebih dari 10 Ribu Orang Padati Amphitheater KEK Industropolis Batang, Tari Nusantara Jadi Magnet Pengunjung
Haedar Nashir Ucapkan Selamat kepada Pengurus Baru PBNU, Dorong Penguatan Kerja Sama Antarormas
Job Fair KEK Industropolis Batang Diserbu 3.500 Pencari Kerja, Ada Seribu Lowongan Tersedia

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta

Senin, 7 September 2026 - 11:16 WIB

KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 09:07 WIB

KAI Group Buka Rekrutmen 2026, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA hingga S1

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WIB

KAI Tambah Kapasitas KA Kaligung Selama September, Warga Pekalongan Lebih Mudah ke Semarang

Kamis, 3 September 2026 - 08:23 WIB

Berawal dari Batik Tulis Rintisan, Usaha Carmidah di Tegal Kini Libatkan 25 Pekerja

Berita Terbaru