Batang Siapkan Mesin Pengolah Sampah Rp50 Miliar, Sembilan Kecamatan Tak Lagi Bergantung pada Penumpukan TPA

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

TPA terpadu senilai Rp50 miliar sedang disiapkan Pemda Batang untuk mengolah sampah sebelum masuk pengolahan sampah, Jum'at (12/6/26). Foto : ilustrasi AI

TPA terpadu senilai Rp50 miliar sedang disiapkan Pemda Batang untuk mengolah sampah sebelum masuk pengolahan sampah, Jum'at (12/6/26). Foto : ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Pola penanganan sampah di Kabupaten Batang bersiap memasuki babak baru. Jika selama ini persoalan sampah identik dengan penumpukan di tempat pembuangan akhir, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern senilai hampir Rp50 miliar yang dirancang untuk mengolah sampah sebelum berakhir di TPA.

Proyek tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan dengan masa kontrak mulai 4 Juni hingga 31 Desember 2026. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, memastikan kabar tersebut menjadi langkah konkret dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di daerah.

“Yang jelas pemerintah daerah saat ini sudah fix dan alhamdulillah mendapatkan proyek TPST. Kontraknya dimulai 4 Juni sampai 31 Desember dengan anggaran kurang lebih Rp49,5 miliar,” ujar Endro kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Keberadaan TPST ini nantinya tidak hanya melayani satu kawasan, tetapi menjadi pusat pengolahan sampah bagi sembilan kecamatan di wilayah Batang bagian timur, termasuk Gringsing, Banyuputih, Limpung, Bawang dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Baca Juga :  Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara

Dengan sistem tersebut, sampah yang masuk tidak lagi sekadar ditimbun, melainkan dipilah menjadi dua kategori utama, yaitu organik dan anorganik. Hasil pemilahan selanjutnya akan dikelola melalui skema kerja sama tersendiri sehingga memiliki nilai manfaat yang lebih besar.

Di balik proyek bernilai besar tersebut, pemerintah daerah ternyata memikul sejumlah pekerjaan pendukung yang tidak kalah penting. Mulai dari penyiapan akses menuju lokasi melalui pekerjaan cut and fill, penyelesaian dokumen lingkungan berupa UKL-UPL, hingga memastikan ketersediaan jaringan air bersih dan listrik.

“Yang menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Batang adalah akses masuk, dokumen lingkungan, kemudian penyediaan air melalui PDAM serta pasokan listrik ke lokasi,” jelas Endro.

Persiapan infrastruktur pendukung itu menjadi syarat agar pembangunan TPST yang didanai pemerintah pusat melalui pihak ketiga dapat berjalan sesuai target tanpa hambatan administratif maupun teknis.

Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Batang H. Fatkhur Rohman mengungkapkan bahwa hadirnya TPST tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

Baca Juga :  PAD Batang Sudah Rp108 Miliar, PBB dan Opsen PKB Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Menurutnya, DPRD beberapa kali mendatangi kementerian untuk mengusulkan pembangunan fasilitas tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan daerah melalui dukungan anggaran APBD pada tahap awal.

“DPRD juga ikut mengawal terwujudnya TPST dengan beberapa kali mendatangi dan mengusulkan ke kementerian, bahkan memberikan dukungan anggaran APBD untuk mengawali keseriusan terwujudnya TPST tersebut,” kata Fatkhur.

Kolaborasi antara DPU PR, Bapelitbangda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum menjadi faktor yang mempercepat terealisasinya proyek tersebut.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, TPST modern ini diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan sampah di Kabupaten Batang dari sistem pembuangan menjadi sistem pengolahan. Dengan kapasitas yang disiapkan, fasilitas tersebut diproyeksikan mengurangi beban penumpukan sampah sekaligus menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi sembilan kecamatan yang selama ini menghadapi tantangan serupa.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar
Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan
Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB