Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pertumbuhan ekonomi Batang tembus 7,79 persen, jauh melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 5,37 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen, Jumat (12/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Pertumbuhan ekonomi Batang tembus 7,79 persen, jauh melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 5,37 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen, Jumat (12/6/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Kabupaten Batang mencatat lompatan ekonomi yang signifikan sepanjang 2025. Di tengah perlambatan sejumlah daerah, pertumbuhan ekonomi Batang justru mencapai 7,79 persen, jauh melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 5,37 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai capaian tersebut merupakan hasil dari strategi pembangunan yang berorientasi pada percepatan investasi sekaligus pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau kita mau melompat, ya lompatannya harus ada di pertumbuhan ekonomi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga diikuti derasnya arus investasi yang masuk ke Kabupaten Batang. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi meningkat dari Rp5 triliun menjadi Rp7 triliun atau bertambah sekitar Rp2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Faiz, peningkatan investasi tersebut didukung oleh tata kelola pemerintahan yang dinilai konsisten dan akuntabel. Pemerintah Kabupaten Batang bahkan kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

Baca Juga :  PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau

“Tata kelola yang bersih ini menjadi magnet kuat bagi para investor,” katanya.

Namun, pemerintah daerah tidak ingin investasi hanya menghasilkan kawasan industri tanpa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

Karena itu, setiap investor didorong memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal melalui program DAKER (Dapat Kerja). Hingga akhir 2025, sebanyak 2.117 peserta pelatihan berhasil terserap ke berbagai sektor industri di Kabupaten Batang.

Kebijakan tersebut ikut mendorong peningkatan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai merasakan efek berganda dari meningkatnya aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja.

Dampak paling nyata terlihat pada penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Batang turun dari 8,73 persen menjadi 7,79 persen dalam kurun satu tahun.

Artinya, lebih dari 7.000 warga berhasil keluar dari kategori miskin sepanjang 2025.

Baca Juga :  Bidik Tuan Rumah Porprov Jateng, Batang Siapkan Fasilitas Publik untuk Bangun Budaya Olahraga,

Selain itu, kualitas pembangunan manusia juga mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang naik menjadi 71,70 dan telah masuk dalam kategori tinggi.

Penguatan ekonomi daerah juga tercermin dari kinerja fiskal pemerintah. Pendapatan daerah pada APBD 2025 mencapai Rp2,03 triliun atau 103,96 persen dari target yang ditetapkan. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp82,66 miliar atau 4,23 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan daerah menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi di Batang semakin berkembang dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan pemerintah daerah.

Bagi Faiz, keberhasilan tersebut bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan bagaimana investasi mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal.

“Ekonomi harus tumbuh bersama dari bawah hingga ke atas. Batang kini bukan lagi daerah yang tertinggal di ekor peta pembangunan Jawa Tengah. Kabupaten ini telah membuktikan diri mampu melakukan lompatan besar menjadi pusat industri modern yang maju tanpa kehilangan keberpihakannya pada rakyat kecil,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar
Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan
Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Batang Selatan Berpeluang Punya Rumah Sakit, Pemkab Kaji Lokasi di Bawang hingga Bandar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemkab Batang Bakal Pasang 9.100 Lampu Jalan, Desa Diminta Petakan Titik Rawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Berita Terbaru