Temui Ketua RW di Pekalongan Utara, Rizal Bawazier Bicara Soal Giant Sea Wall

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 17:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anggota DPR RI Rizal Bawazier saat bertemu dengan Ketua RW di Aula Kantor Kelurahan Panjang Baru, Kamis (17/8/26).

Anggota DPR RI Rizal Bawazier saat bertemu dengan Ketua RW di Aula Kantor Kelurahan Panjang Baru, Kamis (17/8/26).

KANAL KOTA – Persoalan banjir rob yang terus menghantui Kota Pekalongan membuat pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall menjadi salah satu solusi jangka panjang yang terus dinanti.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, menyebut Pekalongan merupakan salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dalam proyek perlindungan pesisir Pantura tersebut.

Hal itu ia tegaskan kembali saat bertemu sejumlah ketua RT dan RW di Aula Kantor Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, Kamis (17/9/2026).

Rizal mengatakan, penanganan banjir dan rob di Pekalongan tidak bisa hanya mengandalkan pompa. Infrastruktur pengendali banjir dalam skala besar, termasuk tanggul laut, juga diperlukan untuk menghadapi persoalan pesisir dalam jangka panjang.

“Pekalongan itu adalah masalah makro. Makronya kota itu pompa, dua sungai yang masih belum ditanggul dan tanggul-tanggul yang telah rusak,” kata Rizal.

Menurut dia, pembangunan tanggul laut Pantura merupakan proyek jangka panjang. Karena itu, sembari menunggu proyek tersebut terealisasi, persoalan yang sudah terjadi di Pekalongan tetap harus ditangani melalui pembenahan pompa, sungai dan tanggul yang ada.

Baca Juga :  Dua Hari Berturut-turut Ricuh, Silirejo Cup 2026 Dievaluasi Total: Panitia dan Polisi Perketat Pengamanan

Rizal menegaskan bahwa Pekalongan berada dalam jalur prioritas pembangunan tanggul laut bersama kawasan Jakarta dan Semarang.

“Kita sudah daftarkan tiga, Jakarta, Semarang, terus Pekalongan,” ujarnya.

Meski demikian, Rizal mengatakan waktu pelaksanaan pembangunan di Pekalongan masih belum dapat dipastikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rizal ketika menjelaskan kepada warga bahwa penanganan rob di Pekalongan harus dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus.

Penanganan jangka pendek dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur yang sudah ada, sementara solusi jangka panjang diarahkan melalui pembangunan tanggul laut.

Pemerintah pusat sendiri telah memasukkan Pekalongan dalam pembahasan pembangunan Giant Sea Wall.

Rizal memaparkan pada Maret 2026, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bahkan mengusulkan agar Pekalongan masuk wilayah yang diprioritaskan pada sesi pertama pembangunan GSW karena kondisi kawasannya dinilai sudah sangat rentan terhadap rob.

Baca Juga :  Tensi Tembus 210, Penahanan Empat Tersangka Dugaan Korupsi di PDAM Kota Pekalongan Sempat Tertunda

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyebut rencana pembangunan GSW di wilayah Jateng mencapai sekitar 274,7 kilometer, membentang dari Brebes hingga Rembang dan meliputi kawasan Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara hingga Pati dan Rembang.

Sementara itu, pemerintah pusat pada Mei 2026 telah menyatakan tahapan pembangunan perlindungan pesisir Pantura mulai dijalankan.

Adapun proyek GSW secara keseluruhan dirancang membentang dari Banten hingga Gresik untuk menghadapi banjir rob, abrasi, penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan laut.

Rizal mengingatkan, proyek sebesar GSW tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, menurut dia, pemerintah tetap perlu memperkuat infrastruktur pengendali banjir yang sudah ada.

“Yang penting adalah kita kejar untuk masalah yang paling penting, masalah banjir dan rob. Kita awali pompa terlebih dahulu sebagai langkah darurat,” terangnya.

Ia menguraikan pembenahan pompa menjadi salah satu pekerjaan yang dapat dilakukan sambil menunggu penyelesaian proyek tanggul laut. Dalam pemaparannya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rizal Bawazier Buka Jalur CSR BUMN untuk Realisasikan Usulan Warga Kota Pekalongan
Rizal Bawazier Temui Warga Pekalongan Utara Tawarkan Solusi Darurat Penanganan Banjir dan Rob
OJK Tegal Akui Laporan Scam dan Pinjol Hampir Tiap Hari
Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Pengelola SPPG di Kota Pekalongan Minta Evaluasi Menyeluruh
Kapolres Ungkap Panitia Karnaval di Pekalongan Mengaku Banyak Diteror Usai Aksi Teatrikal Mirip Ritual Satanic Viral
Kapolres Pekalongan Kota Tak Sempat Lihat Aksi Teatrikal yang Viral, Pilih Turun Urai Kemacetan
Polisi Evaluasi Karnaval Simbangkulon, Tahun Depan Diminta Angkat Budaya Lokal
RAPBD Kota Pekalongan 2027 Turun, Belanja Modal Anjlok 41 Persen

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:04 WIB

Rizal Bawazier Buka Jalur CSR BUMN untuk Realisasikan Usulan Warga Kota Pekalongan

Kamis, 17 September 2026 - 17:39 WIB

Temui Ketua RW di Pekalongan Utara, Rizal Bawazier Bicara Soal Giant Sea Wall

Rabu, 16 September 2026 - 19:02 WIB

OJK Tegal Akui Laporan Scam dan Pinjol Hampir Tiap Hari

Rabu, 16 September 2026 - 06:35 WIB

Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Pengelola SPPG di Kota Pekalongan Minta Evaluasi Menyeluruh

Selasa, 15 September 2026 - 14:01 WIB

Kapolres Ungkap Panitia Karnaval di Pekalongan Mengaku Banyak Diteror Usai Aksi Teatrikal Mirip Ritual Satanic Viral

Berita Terbaru