JPU Kuliti Kesaksian Penghuni Rumah Terdakwa, Berkali-kali Mengaku Tak Tahu Aktivitas Duwel Saat Malam Pilkada

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dua saksi meringankan yang dihadirkan penasehat hukum terdakwa memberikan kesaksiannya dalam sidang lanjutan perkara Gacon di PN Pekalongan, Rabu (1/7/26).

Dua saksi meringankan yang dihadirkan penasehat hukum terdakwa memberikan kesaksiannya dalam sidang lanjutan perkara Gacon di PN Pekalongan, Rabu (1/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Keterangan dua saksi meringankan dalam sidang lanjutan perkara Purwanto alias Gacon mendapat pendalaman intensif dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Meski mengaku tinggal serumah dengan terdakwa selama lima hingga enam tahun, kedua saksi berkali-kali menyatakan tidak mengetahui aktivitas Dwi Hendratno alias Duwel, terutama pada malam yang menjadi bagian dari perkara.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pekalongan, JPU berulang kali menguji konsistensi jawaban saksi Liana Trisanti dan Warsito terkait keseharian terdakwa.

Liana mengaku tinggal satu atap dengan terdakwa selama enam tahun. Namun saat ditanya mengenai aktivitas terdakwa pada malam hari, ia mengatakan tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu, Pak. Beliau di rumah depan, kami di belakang,” jawab Liana dalam persidangan, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan itu langsung didalami jaksa. Sebab, sebelumnya Liana menyebut dirinya tinggal serumah dengan terdakwa.

Baca Juga :  Ahli Forensik Polda Jateng Sebut Tak Ditemukan Chat, Foto atau Video Kasus Gacon di Pekalongan dalam Dua Ponsel yang Dicari Penyidik

Hal serupa terjadi saat pemeriksaan Warsito. Buruh harian lepas yang mengaku telah tinggal sekitar lima tahun di rumah terdakwa itu juga beberapa kali memberikan jawaban yang berubah-ubah ketika ditanya keberadaan terdakwa pada malam pencoblosan Pilkada 2025.

“Saya enggak melihat, Pak,” ujarnya.

Awalnya Warsito mengatakan tidak melihat terdakwa berada di rumah. Namun setelah didalami kembali, jawabannya berubah menjadi ‘kayaknya ada’ di rumah pada malam itu.

Ketika jaksa kembali mengingatkan adanya perbedaan jawaban, Warsito akhirnya mengaku lupa karena peristiwa tersebut sudah cukup lama.

“Ya, saya lupa, Pak. Sudah lama, jadi kurang ingat,” katanya.

Jaksa juga menanyakan apakah terdakwa memiliki peran dalam Pilkada 2025. Meski mengaku tinggal serumah, Warsito menyatakan tidak mengetahui apakah terdakwa menjadi bagian dari tim sukses salah satu pasangan calon.

Baca Juga :  Soal Rekening dan Emas yang Disita KPK, Kuasa Hukum Fadia Arafiq: Banyak Berasal dari Bisnis Sebelum Menjabat

Sementara Liana hanya mengaku pernah mendengar adanya dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, tetapi tidak mengetahui posisi ataupun peran dari terdakwa.

“Tidak tahu, Pak,” jawab Liana saat ditanya apakah terdakwa menjadi tim sukses.

Selain itu, JPU juga mendalami aktivitas organisasi yang diikuti terdakwa. Kedua saksi membenarkan terdakwa merupakan Ketua Ormas Lindu Aji dan kerap melakukan kegiatan sosial. Namun saat ditanya lebih jauh mengenai aktivitas pengamanan maupun kegiatan organisasi lainnya, keduanya kembali mengaku tidak mengetahui secara rinci.

Perbedaan dan keterbatasan pengetahuan para saksi itu menjadi salah satu bagian yang disorot dalam persidangan.

Sementara pihak terdakwa menjelaskan bahwa meski tinggal dalam satu kompleks rumah, posisi kamar saksi berada di bagian belakang sehingga tidak selalu mengetahui aktivitas Purwanto, terutama saat malam hari.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru

Alat CT Scan 64 Slice di ruang pemeriksaan radiologi RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendukung diagnosis stroke dan berbagai kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Layanan ini ditargetkan dapat melayani pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026 setelah persetujuan BPJS selesai. (foto: dok istimewa/AI)

Kota Pekalongan

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:02 WIB