KANALPLUS.ID – Pekalongan, Cara unik dilakukan SMK Thibbil Qulub Assimbani di Kabupaten Pekalongan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tak hanya apel dan upacara bendera, sekolah ini juga menggelar turnamen e-sport Free Fire bertajuk Pelajar on Fire FF 2025, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini diikuti 32 tim pelajar dari tingkat SD hingga SMP yang berasal dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Setiap tim berisi empat pemain dan satu cadangan.
“Kita sengaja ambil momen Sumpah Pemuda supaya semangat kebersamaan dan sportivitasnya terasa. Namanya kegiatan Pelajar on Fire FF 2025, gabungan antara apel peringatan dan turnamen e-sport,” kata Kepala Sekolah SMK Thibbil Qulub Assimbani, Vina Herjayanti, kepada wartawan.
Turnamen digelar di lingkungan sekolah dengan sistem gugur dan mode Class Squad. Para peserta tampil membawa nama sekolah masing-masing, bukan sebagai tim komunitas seperti pada turnamen e-sport umumnya.“Biasanya lomba e-sport diikuti komunitas atau tim lepas. Nah, di sini mereka datang membawa nama sekolah. Jadi lebih seru karena ada rasa tanggung jawab dan semangat sekolahnya,” ujar Vina.
Vina menyebut, SMK Thibbil Qulub Assimbani baru berdiri dua tahun dengan jurusan PPLG (Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim). Karena itu, lomba ini juga menjadi ajang penerapan minat siswa di bidang teknologi dan gaming.“Kami sempat pesimis karena sekolah masih baru, tapi ternyata antusiasmenya luar biasa. Banyak yang ingin daftar, tapi kuotanya kami batasi hanya 32 tim,” ungkapnya.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp1.028.000, sesuai tanggal 28 Oktober, lengkap dengan trofi, sertifikat, dan voucher beasiswa. Turnamen ini diselenggarakan oleh OSIS bersama dewan guru dan diharapkan bisa menjadi agenda rutin setiap tahun.Setelah melewati babak penyisihan ketat, tim SMPN 14 Pekalongan keluar sebagai juara pertama. Disusul SMPN 16 Pekalongan di posisi kedua, MTs Al-Hikmah Proto di posisi ketiga, dan SMPN 1 Warungasem di peringkat keempat.
Ketua tim juara, Tegar, mengaku bangga bisa membawa pulang gelar juara meski baru pertama kali ikut turnamen e-sport antar pelajar.“Seru banget. Kita bisa ketemu lawan langsung, belajar kerja sama, dan berinteraksi,” kata Tegar.Ia mengaku tantangan terbesar ada di urusan koneksi internet. Meski begitu, timnya tetap fokus dan menjaga komunikasi.“Kesulitannya cuma sinyal. Tapi yang penting latihan rutin dan saling percaya di dalam tim,” ujarnya.
Penulis : Udin
Editor : Redaksi









