KANAL OLAHRAGA — Kota Pekalongan memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, yakni masuk 15 besar dan mengumpulkan 20 medali emas. Namun, di balik target tersebut, Pemkot Pekalongan berniat mengurangi ketergantungan pada beberapa cabang olahraga yang kerap meraih emas.
Wali Kota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid atau karib dipanggil Aaf, menyatakan peluang raihan emas kini terbuka lebih luas karena persiapan atlet dinilai lebih matang. Ia menilai, biliar, dansa, pencak silat dan balap sepeda menjadi sejumlah cabor yang berpotensi menyumbang emas, selain cabang olahraga lainnya.
“Harapannya, dengan persiapan yang sudah maksimal di masing-masing cabang olahraga, peringkat dan perolehan medali Kota Pekalongan bisa meningkat,” ujar Aaf saat melepas kontingen di GOR Jetayu, Selasa (20/10/2026) malam.
Pemkot menetapkan target minimal peringkat ke-15 dengan 20 medali emas. Target itu, kata Aaf, merupakan perhitungan realistis sekaligus bentuk kepercayaan terhadap kesiapan kontingen yang telah menjalani pembinaan intensif.
Ia berharap capaian tersebut bahkan dapat terlampaui. Bagi Pemkot, peningkatan peringkat bukan hanya soal jumlah medali, melainkan bukti bahwa pembinaan olahraga di Kota Pekalongan mulai membuahkan hasil yang lebih merata.
“Untuk peringkat, kita minimal di 15, target realistis ya, 15. Terus untuk emas dapat 20, mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.
Aaf mengingatkan bahwa optimisme tidak boleh membuat kontingen lengah. Ia menekankan pentingnya pelatih membaca kekuatan lawan, sebab daerah-daerah lain juga terus memperkuat persiapan atletnya.
“Jangan kita hanya mengukur kemampuan kita sendiri dan optimistis, tetapi kita juga harus tahu kekuatan lawan seperti apa. Kita sudah ada kemajuan, tetapi daerah lain juga terus berkembang,” tegasnya.
Pesan itu menegaskan bahwa persaingan Porprov Jawa Tengah 2026 tidak hanya akan ditentukan oleh kemampuan individual atlet, tetapi juga kualitas strategi, pemetaan lawan dan kesiapan mental seluruh kontingen.
Ketua KONI Kota Pekalongan, Edywan, menjelaskan bahwa atlet telah menjalani latihan intensif dan pemusatan latihan (training center/TC). Sejumlah cabor bahkan melakukan persiapan di luar daerah untuk memperkuat aspek teknis dan fisik menjelang pertandingan.
“Kami berharap seluruh atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mencapai target yang telah ditetapkan,” terang Edywan.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung dan mendoakan kontingen Kota Pekalongan. Menurutnya, Porprov Jawa Tengah 2026 perlu dimaknai sebagai momentum untuk mengangkat prestasi daerah sekaligus memperkuat kebanggaan warga terhadap atlet Kota Pekalongan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












