Dulu Dipandang Sebelah Mata, Sepak Bola Putri Batang Kini Lahirkan Kiper Terbaik dan Pemain Timnas

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dua pemain sepak bola putri asal Kabupaten Batang yang berhasil menembus Timnas Putri U-18 dan U-16 saat berkunjung ke Kantor KONI Batang, Selasa (2/6/26).

Dua pemain sepak bola putri asal Kabupaten Batang yang berhasil menembus Timnas Putri U-18 dan U-16 saat berkunjung ke Kantor KONI Batang, Selasa (2/6/26).

BATANG, KANALPLUS.IDSepak bola putri di Kabupaten Batang perlahan keluar dari bayang-bayang minim perhatian. Jika selama bertahun-tahun eksistensinya nyaris tak terdengar, kini para srikandi lapangan hijau Batang mulai menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di level nasional.

Prestasi terbaru datang dari Tim Putri Batang U-18 yang berhasil melaju ke babak delapan besar Liga Hydro Plus 2025-2026. Tak hanya itu, salah satu pemainnya, Miftafiyani Nikita Wulandari, sukses menyabet penghargaan sebagai penjaga gawang terbaik dalam kompetisi tersebut.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang. Sekretaris Umum KONI Batang, Rizky Bayu Adjie, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat perkembangan sepak bola putri yang selama ini belum banyak terekspos.

“Jujur, ini sebuah kejutan. Memang harapan kami di KONI seperti ini. Selama ini sepak bola putri sebenarnya ada, tetapi kurang terlihat. Tiba-tiba sekarang menunjukkan prestasi yang luar biasa,” kata Rizky saat menerima kedatangan tim Putri Batang U-18 di Kantor KONI Batang, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Di balik pencapaian itu terdapat perjuangan panjang para pemain, pelatih, dan pengurus yang berusaha membangun fondasi sepak bola putri dari bawah.

Bahkan, kata Rizky, manajemen tim sempat melakukan komunikasi intensif dengan KONI dan PSSI Batang untuk memastikan keberangkatan tim mengikuti kompetisi. Dukungan akhirnya diberikan melalui berbagai upaya, termasuk bantuan pendanaan agar tim dapat bertanding membawa nama Batang.

Baca Juga :  SPMB SD Batang 2026 Dikawal Ketat, Pemkab Tutup Celah Praktik Siswa Titipan dan Jalur Belakang

Ketua Tim Putri Batang sekaligus Sekretaris PSSI Batang, Muh Farindi, menjelaskan tim tersebut berawal dari klub lokal Putri Kencana yang dibentuk sekitar tiga tahun lalu. Pada 2026 klub itu kemudian diakuisisi dan berganti nama menjadi Putri Batang agar dapat menjadi representasi daerah dalam kompetisi nasional.

Kini, setelah memastikan tiket ke delapan besar, tim asuhan Tri Widianto atau Coach Jabrik mulai membidik target yang lebih tinggi. Mereka menargetkan mampu menembus semifinal dan bersaing di papan atas Liga Hydro Plus.

Di balik kesuksesan tim, Batang juga mulai dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan talenta sepak bola putri potensial. Salah satunya adalah Ivana Hayu Fidelia, pemain asal Desa Tulis yang sebelumnya berhasil menembus Tim Nasional Indonesia U-16 dan tampil pada ajang AFF.

Perjalanan Ivana menuju tim nasional justru berawal dari hal sederhana. Ia mengaku awalnya hanya ikut bermain bersama teman-teman laki-lakinya di lingkungan tempat tinggalnya.

“Dulu cuma iseng karena lihat teman-teman cowok main bola. Saya satu-satunya cewek di klub waktu itu. Ternyata lama-lama banyak yang ikut,” ujar Ivana.

Baca Juga :  Bukan Brasil atau Inggris, Ini Negara dengan Klub Sepak Bola Profesional Terbanyak di Dunia

Meski saat ini masih menjalani pemulihan cedera lutut, pemain muda tersebut tetap memiliki mimpi besar untuk menembus kompetisi profesional putri yang direncanakan bergulir pada 2027.

Sementara itu, jejak Ivana mulai diikuti oleh Nikita. Kiper berusia 15 tahun asal Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, tersebut menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik Liga Hydro Plus.

Menariknya, posisi penjaga gawang yang kini membesarkan namanya justru berawal dari ketidaksengajaan.

“Dulu sempat jadi pemain biasa, tapi rasanya kurang cocok. Akhirnya coba jadi kiper,” kata Nikita sambil tersenyum.

Ia berharap keberhasilannya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan lain di Batang untuk berani terjun ke dunia sepak bola.

“Semoga sepak bola putri di Batang semakin banyak dan semakin berkembang,” ujarnya.

Dengan munculnya prestasi tim, hadirnya pemain tim nasional, serta dukungan dari KONI, PSSI, dan pemerintah daerah, sepak bola putri Batang kini memasuki babak baru. Dari lapangan-lapangan desa di Tulis hingga kompetisi nasional, para pesepak bola perempuan Batang mulai membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari daerah dan tumbuh menjadi kebanggaan Jawa Tengah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiket Rp15 Ribu, Java United Ajak Warga Jateng Ramaikan Laga Perdana di Jatidiri
Diramaikan Atlet Nasional, Industropolis Run 2026 Cuma Buka 2.626 Slot Peserta
Lari Estafet Obor Comal 2026 Makin Ramai, Pemkab Pemalang Siapkan Naik Kelas Jadi Event Kabupaten
10 Klub Sepak Bola Penguasa Domestik Negara di Dunia
Bukan Brasil atau Inggris, Ini Negara dengan Klub Sepak Bola Profesional Terbanyak di Dunia
Bukan Brasil atau Jerman, Ini Negara dengan Pemain Sepak Bola Profesional Terbanyak di Dunia
Tak Banyak Disorot, Ini Deretan Mesin Gol dari Kasta Bawah Sepak Bola Indonesia
Bukan Ronaldo atau Haaland, Ini Deretan Mesin Gol di Sepak Bola Amatir

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 06:35 WIB

Tiket Rp15 Ribu, Java United Ajak Warga Jateng Ramaikan Laga Perdana di Jatidiri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Diramaikan Atlet Nasional, Industropolis Run 2026 Cuma Buka 2.626 Slot Peserta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Lari Estafet Obor Comal 2026 Makin Ramai, Pemkab Pemalang Siapkan Naik Kelas Jadi Event Kabupaten

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:31 WIB

10 Klub Sepak Bola Penguasa Domestik Negara di Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Bukan Brasil atau Inggris, Ini Negara dengan Klub Sepak Bola Profesional Terbanyak di Dunia

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB