PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Bukan sekadar pelukan atau bermain bersama, momen menyentuh tercipta dalam kegiatan Father Date di SD Negeri 1 Brengkolang, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kehadiran sosok ayah dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi anak perempuan dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan seksual.
Di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap anak, Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan memilih pendekatan yang berbeda. Mereka tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi mempertemukan ayah dan anak dalam suasana hangat agar keduanya kembali saling mengenal, mendengar, dan membangun kedekatan emosional.
Sebanyak 72 peserta yang terdiri dari 36 siswi kelas III hingga VI SD Negeri 1 Brengkolang beserta ayah mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi permainan kolaboratif, sesi saling menyampaikan harapan, hingga aktivitas sederhana yang menguji kepekaan seorang ayah terhadap anaknya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Moureta Fitria Loren, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Bimbingan Sosial Anak dan Keluarga yang dirancang untuk menguatkan peran ayah dalam pengasuhan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat bonding antara ayah dan anak perempuan sehingga tercipta hubungan yang harmonis di dalam keluarga,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Menurut Moureta, berbagai kasus kekerasan seksual yang menimpa anak perempuan menjadi perhatian serius. Dari sejumlah pendampingan yang dilakukan, banyak korban diketahui memiliki hubungan yang kurang dekat dengan figur ayah.
Akibat minimnya komunikasi dan kedekatan emosional, anak kerap mencari perhatian atau tempat bercerita kepada orang lain sehingga berpotensi lebih rentan menjadi korban kekerasan maupun eksploitasi.
“Peran ayah bukan hanya mencari nafkah. Ayah juga harus menjadi pelindung, pendamping, sekaligus tempat anak merasa aman untuk bercerita. Kedekatan emosional itu yang ingin kami bangun,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika komunikasi dalam keluarga berjalan baik, anak akan lebih terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapinya. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu langkah pencegahan sejak dini terhadap berbagai bentuk kekerasan pada anak.
Brengkolang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena menjadi salah satu wilayah dengan lokus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pekalongan. Dinsos berencana melanjutkan kegiatan serupa di SD Bedagung, Kecamatan Paninggaran, agar semakin banyak keluarga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengasuhan yang melibatkan peran ayah.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak anak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menegaskan setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari orang tua, keluarga, masyarakat, dan negara.
Salah seorang peserta, Sugiri, mengaku memperoleh pengalaman yang berharga melalui kegiatan tersebut. Ayah dari Heti Wijiarta itu menyadari bahwa menjadi ayah tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Materinya membuka wawasan saya tentang pentingnya membangun dan memperkuat kedekatan dengan anak,” ungkapnya.
Baginya, permainan yang dilakukan bersama anak justru memberikan pelajaran sederhana namun bermakna. Ia belajar lebih peka terhadap panggilan anak, bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan, hingga memahami bahwa kehadiran seorang ayah merupakan kebutuhan yang tidak bisa digantikan.
Melalui kegiatan seperti ini, Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan berharap semakin banyak ayah yang meluangkan waktu untuk hadir dalam kehidupan anak-anak mereka. Sebab, bagi seorang anak perempuan, pelukan, perhatian, dan ruang untuk bercerita kepada ayah sering kali menjadi perlindungan pertama sebelum ancaman datang dari luar rumah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













