Alarm Pendidikan! Indonesia Diproyeksi Kekurangan Lebih dari 900 Ribu Guru pada 2030, Pemerintah Siapkan Langkah Baru

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peringatan pemerintah bahwa Indonesia berpotensi kekurangan lebih dari 900 ribu guru pada 2030, hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, Kamis (25/6/26). Foto : Istimewa

Peringatan pemerintah bahwa Indonesia berpotensi kekurangan lebih dari 900 ribu guru pada 2030, hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, Kamis (25/6/26). Foto : Istimewa

BANDAR LAMPUNG, KANALPLUS.ID – Pemerintah membunyikan alarm serius terhadap masa depan dunia pendidikan Indonesia. Jika tidak diantisipasi sejak sekarang, kebutuhan guru nasional diproyeksikan menembus lebih dari 900 ribu orang pada 2030, sehingga diperlukan langkah besar dalam menata sistem penyiapan dan distribusi tenaga pendidik.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Nasional XVII Asosiasi LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (ALPTK PTMA) dan The 12th Progressive and Fun Education (ProfunEdu) International Conference di Bandar Lampung, Kamis (25/6).

Menurut Fajar, tantangan pendidikan nasional saat ini bukan hanya soal kekurangan guru, tetapi juga belum sinkronnya sistem yang menghubungkan pendidikan calon guru, sertifikasi, hingga distribusi tenaga pendidik sesuai kebutuhan daerah.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, titik berangkatnya adalah guru. Tidak ada transformasi pendidikan yang berhasil tanpa guru yang profesional, kompeten, dan terus berkembang,” ujarnya.

Baca Juga :  Libur Panjang Empat Hari Di Akhir Pekan Ini, KAI Tambah Perjalanan Kaligung Malam dari Tegal ke Semarang

Ia mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan desain besar pemenuhan kebutuhan guru nasional yang terintegrasi. Sistem tersebut akan menghubungkan pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi hingga perencanaan kebutuhan guru secara nasional.

Langkah itu dinilai mendesak karena Indonesia menghadapi dua persoalan sekaligus. Selain proyeksi kekurangan guru yang terus meningkat, masih terdapat lebih dari 407 ribu guru yang telah memenuhi kualifikasi akademik tetapi belum memiliki sertifikat pendidik.

Tak hanya itu, sekitar 170 ribu guru lainnya masih harus menyelesaikan pendidikan strata satu atau diploma empat sebelum dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru.

Menurut Fajar, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan membuka formasi guru baru setiap tahun.

“Penyelesaiannya harus menyeluruh. Mulai dari penyelenggara pendidikan guru, kebutuhan pemerintah daerah, kebijakan ASN, hingga proyeksi pembangunan pendidikan nasional harus saling terhubung,” katanya.

Ia juga menyoroti potensi besar yang sebenarnya dimiliki Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, terdapat sekitar 1,6 juta lulusan sarjana pendidikan yang belum seluruhnya terserap sebagai tenaga pendidik.

Baca Juga :  Penyidik KPK Mulai Periksa ASN dan Pihak Swasta di Polres Pekalongan Kota, Pemeriksaan Berlangsung Tiga Hari

Karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan program Pendidikan Profesi Guru berdasarkan kebutuhan riil di setiap daerah agar distribusi guru menjadi lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah bersama DPR RI juga tengah memberikan perhatian pada revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), khususnya terkait tata kelola guru dan penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Fajar menegaskan, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya membangun gedung sekolah ataupun menambah fasilitas belajar.

“Bagi pemerintah, membangun pendidikan bukan hanya membangun sekolah. Yang jauh lebih penting adalah membangun guru. Sebab kualitas ruang kelas pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia yang berdiri di depan peserta didik setiap hari,” tegasnya.

Melalui penataan sistem pendidikan guru yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap kebutuhan tenaga pendidik di masa mendatang dapat dipenuhi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta
KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau
KAI Group Buka Rekrutmen 2026, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA hingga S1
KAI Tambah Kapasitas KA Kaligung Selama September, Warga Pekalongan Lebih Mudah ke Semarang
Berawal dari Batik Tulis Rintisan, Usaha Carmidah di Tegal Kini Libatkan 25 Pekerja
Lebih dari 10 Ribu Orang Padati Amphitheater KEK Industropolis Batang, Tari Nusantara Jadi Magnet Pengunjung
Haedar Nashir Ucapkan Selamat kepada Pengurus Baru PBNU, Dorong Penguatan Kerja Sama Antarormas
Job Fair KEK Industropolis Batang Diserbu 3.500 Pencari Kerja, Ada Seribu Lowongan Tersedia

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta

Senin, 7 September 2026 - 11:16 WIB

KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 09:07 WIB

KAI Group Buka Rekrutmen 2026, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA hingga S1

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WIB

KAI Tambah Kapasitas KA Kaligung Selama September, Warga Pekalongan Lebih Mudah ke Semarang

Kamis, 3 September 2026 - 08:23 WIB

Berawal dari Batik Tulis Rintisan, Usaha Carmidah di Tegal Kini Libatkan 25 Pekerja

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB