BATANG, KANALPLUS.ID – Sebanyak 300-an warga yang tinggal di sekitar kawasan operasional PLTU Batang diperiksa kesehatannya oleh Dinas Kesehatan setempat. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi sekaligus upaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat di desa yang paling dekat dengan PLTU tetap terjaga.
Program yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) pilar kesehatan itu berlangsung selama tiga hari. Pemeriksaan kesehatan dipusatkan di tiga desa sekitar PLTU Batang, yakni Desa Ponowareng, Ujungnegoro, dan Karanggeneng, Kabupaten Batang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Ida Susilaksmi, M.Kes menjelaskan, pemeriksaan kesehatan kali ini difokuskan pada deteksi dini berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Fokus utama pemeriksaan kesehatan kali ini adalah deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan, terutama penyakit ISPA. Warga juga diberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Selain gangguan pernapasan, tim kesehatan juga menemukan sejumlah keluhan penyakit tidak menular yang cukup banyak dialami masyarakat, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
“Jadi masyarakat kadang tidak menyadari adanya gangguan kesehatan sebelum merasa ada keluhan seperti tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi,” jelasnya.
Adapun untuk gangguan ISPA, pihaknya belum mendapatkan laporan menyeluruh dari kegiatan pemeriksaan kesehatan karena detailnya masih dianalisa lebih mendalam.
“Yang jelas selain pemeriksaan umum, petugas kami juga membawa fasilitas mobile x-ray untuk pemeriksaan paru-paru dan dada,” tegasnya.
General Manager Stakeholder Relationship PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) yang perusahaan pengelola PLTU Batang, Aryamir H. Sulasmoro menambahkan bahwa perusahaan ingin memastikan kondisi kesehatan warga selama PLTU beroperasi.
“Tujuan kami ingin mengetahui tingkat kesehatan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kegiatan operasional PLTU kami. Harapannya apabila ditemukan penyakit atau keluhan kesehatan tertentu, ke depan kami juga bisa membantu proses penanganannya,” ujarnya.
Menurut Aryamir, kegiatan tersebut merupakan program pemeriksaan kesehatan menyeluruh pertama yang dilakukan perusahaan di tiga desa di dekat PLTU Batang. Hasil pemeriksaan nantinya akan dievaluasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang untuk menentukan langkah tindak lanjut.
“Ini memang baru pertama kali kami lakukan. Insyaallah nanti akan kami review lagi dan harapan kami kegiatan ini tidak berhenti di sini,” katanya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













