Senator Senayan Soroti Pengawasan Program MBG Usai Temuan Dugaan Menu Berbelatung di Pekalongan

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Temuan dugaan menu MBG berbelatung di Kota Pekalongan mendapatkan sorotan tajam dari anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (7/5/26). Foto : Istimewa

Temuan dugaan menu MBG berbelatung di Kota Pekalongan mendapatkan sorotan tajam dari anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (7/5/26). Foto : Istimewa

JAKARTA, KANALPLUS.ID – Temuan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengandung belatung di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, mendapat sorotan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.

Ia menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Irma, makanan yang akan dibagikan kepada siswa seharusnya melewati pemeriksaan berlapis sebelum didistribusikan. Ia mempertanyakan fungsi kontrol dari kepala SPPG maupun tenaga ahli gizi yang bertugas.

“Seharusnya ada kontrol sebelum makanan dibagikan. Ini bukan sekadar kesalahan teknis di lapangan, tapi menunjukkan lemahnya pengawasan dari tim yang ditempatkan di SPPG,” ujarnya dalam keterangan tertulis  yang diterima kanalplus.id, Kamis (7/5/2026).

Irma menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Ia menegaskan perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program MBG, terutama petugas lapangan dan tenaga ahli gizi.

Baca Juga :  Tipu Daya Ritual Gaib Terbongkar, Polisi Ungkap Modus Penggandaan Uang di Kendal

Selain itu, ia juga menyoroti koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dinilai belum berjalan optimal dalam pengawasan keamanan pangan program MBG.

Menurutnya, pengawasan pangan semestinya dilakukan secara ketat karena program tersebut menyasar pelajar sebagai penerima manfaat utama.

Irma juga mengkritisi proses penerbitan sertifikat laik higienis yang disebut masih memiliki celah dalam pengawasan. Ia mengaku prihatin jika sertifikat dapat diterbitkan tanpa verifikasi langsung ke lokasi penyedia makanan.

“Mirisnya, sertifikat laik higienis bisa keluar tanpa petugas turun langsung ke lokasi. Ini harus dievaluasi total,” tegasnya.

Baca Juga :  Haedar Nashir: Jangan Sampai Pancasila Hanya Jadi Slogan, Kaya Retorika tapi Miskin Praktik

Ia pun meminta adanya pembenahan menyeluruh mulai dari sistem pengawasan, standar operasional SPPG, hingga peningkatan kualitas tenaga pelaksana agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kasus temuan menu MBG di Kota Pekalongan sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah beredar dugaan adanya makanan tidak layak konsumsi yang diterima siswa di lingkungan sekolah.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Pekalongan, Risqon Atmajaya memastikan bahwa insiden tersebut hanya terjadi di satu sekolah dan seluruh makanan yang bermasalah telah diganti pada hari yang sama.

“Pihak dapur juga sudah klarifikasi dan meminta maaf ke sekolah serta sudah menganti makanannya juga,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga kini penyebab pasti munculnya belatung dalam makanan tersebut masih belum diketahui.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Kamis, 17 September 2026 - 06:10 WIB

10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru