KAI Buka Suara Soal Viral ‘Masak Mi Instan’ di Kereta, Tegaskan Aturan Penggunaan Stop Kontak

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 09:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Seorang penumpang kereta api memanfaatkan fasilitas stop kontak di dalam gerbong untuk mengecas ponsel, Jum'at (24/4/26).

Seorang penumpang kereta api memanfaatkan fasilitas stop kontak di dalam gerbong untuk mengecas ponsel, Jum'at (24/4/26).

SEMARANG, KANALPLUS.ID — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang merespons cepat beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan seorang penumpang memasak mi instan menggunakan kompor listrik di dalam kereta api. Aksi tersebut menuai perhatian publik karena dinilai membahayakan keselamatan selama perjalanan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa fasilitas stop kontak yang tersedia di setiap kursi kereta hanya diperuntukkan bagi perangkat elektronik pribadi berdaya rendah.

“Stop kontak di kereta api hanya boleh digunakan untuk mengisi daya handphone, tablet, laptop, atau earphone. Penggunaan alat berdaya tinggi seperti kompor listrik, rice cooker, hingga hair dryer jelas tidak diperbolehkan,” ujarnya dalam siaran pers, Jum’at (24/4/2026).

Menurutnya, penggunaan peralatan listrik berdaya besar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan serius pada sistem kelistrikan kereta. Kondisi ini dapat berdampak pada keselamatan perjalanan serta kenyamanan penumpang lain.

Baca Juga :  BPI Siapkan 30 Ribu Mangrove untuk Batang, Lanjutkan Rehabilitasi Pesisir dan Tekan Risiko Abrasi

KAI pun menyayangkan munculnya konten yang menunjukkan dugaan aktivitas memasak di dalam kereta. Saat ini, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran video tersebut sekaligus mengidentifikasi kemungkinan pelanggaran yang terjadi.

“Kami sedang mendalami informasi yang beredar. Ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” tambah Luqman.

Lebih lanjut, KAI mengingatkan bahwa penggunaan listrik secara bersamaan dengan daya besar berisiko menimbulkan beban berlebih (overload) yang dapat mengganggu sistem kelistrikan secara keseluruhan.

Sebagai langkah edukasi, KAI kembali mengingatkan panduan penggunaan stop kontak di kereta.

Penumpang hanya diperbolehkan menggunakan perangkat berdaya rendah, sementara alat elektronik rumah tangga seperti kompor listrik, teko listrik, hingga catokan rambut dilarang keras digunakan. Selain itu, pengisian daya powerbank langsung dari stop kontak kereta juga tidak diperkenankan.

Baca Juga :  Tiga Daerah di Eks Karesidenan Pekalongan Keluar dari Status UHC Prioritas, Kepatuhan Iuran Peserta Mandiri Jadi Sorotan

Penumpang juga diminta memastikan perangkat tidak mengalami panas berlebih serta menggunakan fasilitas listrik secara bergantian demi kenyamanan bersama.

KAI mengimbau masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama perjalanan dan segera melapor kepada petugas jika menemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan. Laporan juga dapat disampaikan melalui layanan Contact Center KAI di berbagai kanal resmi.

Di sisi lain, KAI mengajak publik agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan memastikan kebenaran sebelum menyebarkannya.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Karena itu, kami mengajak seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan dan menggunakan fasilitas kereta secara bertanggung jawab,” tutup Luqman.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta
KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau
KAI Group Buka Rekrutmen 2026, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA hingga S1
KAI Tambah Kapasitas KA Kaligung Selama September, Warga Pekalongan Lebih Mudah ke Semarang
Berawal dari Batik Tulis Rintisan, Usaha Carmidah di Tegal Kini Libatkan 25 Pekerja
Lebih dari 10 Ribu Orang Padati Amphitheater KEK Industropolis Batang, Tari Nusantara Jadi Magnet Pengunjung
Haedar Nashir Ucapkan Selamat kepada Pengurus Baru PBNU, Dorong Penguatan Kerja Sama Antarormas
Job Fair KEK Industropolis Batang Diserbu 3.500 Pencari Kerja, Ada Seribu Lowongan Tersedia

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Harpelnas 2026, Adira Finance Banjarnegara Tebar Promo hingga Cashback Rp1 Juta

Senin, 7 September 2026 - 11:16 WIB

KAI Tambah Kapasitas, 11.545 Penumpang Dilayani Stasiun Pekalongan di Tengah Dampak Erupsi Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 09:07 WIB

KAI Group Buka Rekrutmen 2026, Ada Lowongan untuk Lulusan SMA hingga S1

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WIB

KAI Tambah Kapasitas KA Kaligung Selama September, Warga Pekalongan Lebih Mudah ke Semarang

Kamis, 3 September 2026 - 08:23 WIB

Berawal dari Batik Tulis Rintisan, Usaha Carmidah di Tegal Kini Libatkan 25 Pekerja

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB