KANAL PEKALONGAN — Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kajen mengoptimalkan pelayanan air bersih kepada pelanggan yang mengalami penurunan tekanan dan aliran akibat dampak El Nino. Upaya teknis dilakukan setelah debit air baku dari sumber Krompeng yang dikelola PT Tirta Utama Jawa Tengah (TUJT) menurun, terutama di wilayah Kecamatan Kedungwuni dan Buaran.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Kajen, Ary Widiyanto, mengatakan pengawasan aliran dilakukan setiap hari. Pengecekan Selasa dan Rabu menemukan penurunan tekanan serta aliran di Kedungwuni dan Buaran, yang berujung pada gangguan pasokan di sambungan rumah pelanggan.
Setelah berkoordinasi dengan PT TUJT, debit air baku dari sumber Krompeng meningkat dari sekitar 15 liter per detik menjadi 19,3 liter per detik, atau naik sekitar 4,3 liter per detik. Peningkatan tersebut dinilai signifikan karena berpengaruh langsung pada tekanan dan kecepatan aliran hingga ke pelanggan.
Ary menjelaskan penurunan kapasitas membuat pipa tidak terisi air secara maksimal sehingga terbentuk rongga atau ruang kosong. Udara kemudian masuk dan terkumpul di dalam pipa, menghambat aliran air hingga dapat menyebabkan air tidak mengalir.
“Jadi untuk mengatasinya, tim teknis melakukan pembuangan udara atau air valve di jalur distribusi dari Karangdadap hingga Kedungwuni. Ada lima titik air valve yang digunakan untuk mengeluarkan angin dari dalam pipa,” ungkap Ary kepada kanalplus.id, Kamis (29/10/2026).
Setelah penanganan, laporan lapangan menyebut aliran telah kembali mencapai Rowobulus, sementara wilayah Kwayangan hingga Pasar Kedungwuni mulai mengalami pengisian jaringan. Pengaturan juga dilakukan pada jalur dari Kedungwuni Wetan, Karangdadap, hingga Kedungwuni agar distribusi lebih merata.
Setelah area Kedungwuni, pengecekan dan penanganan akan dilanjutkan ke wilayah Karangsari, Wonopringgo, hingga Bojong. Ary menyatakan sumber air di wilayah tersebut juga mengalami penurunan debit akibat El Nino, meskipun skema teknisnya berbeda.
“Dengan adanya dampak El Nino ini, semua sumber yang kami manfaatkan memang ada penurunan debit,” ujar Ary.
Ia menegaskan sejumlah skema teknis tetap dilakukan agar pelanggan dapat terus terlayani dan salah satu upaya yang dilakukan adalah perawatan rutin tiap hari dengan pengecekan rutin.
Perumda Tirta Kajen meminta maaf atas kendala pelayanan yang dialami pelanggan. Sebagai langkah antisipatif, pihaknya menyiapkan pengaturan pasokan air secara bergilir bila penurunan debit berlanjut.
Jadwal gilir air masih dihitung untuk menentukan wilayah yang akan mengalaminya. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari Perumdam Tirta Kajen mengenai jadwal distribusi dan pengalihan aliran.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












