Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Batang dipusatkane di Stadion Mini Gedongsari Kecamatan Tersono, Kamis (22/10/26). Foto: Ilustrasi AI

Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Batang dipusatkane di Stadion Mini Gedongsari Kecamatan Tersono, Kamis (22/10/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL BATANG — Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menantang pesantren di daerahnya untuk melangkah lebih jauh dari fungsi pendidikan keagamaan. Menurutnya, pesantren perlu menjadi ruang lahirnya solusi nyata bagi masalah masyarakat mulai dari keterampilan kerja, kemandirian usaha hingga penguatan solidaritas sosial.

Pernyataan itu disampaikan saat peringatan Hari Santri Nasional di Stadion Mini Gedongsari, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis (22/10/2026).

Faiz menegaskan, pesantren memiliki tiga modal yang jarang dimiliki lembaga pendidikan lain yakni, tradisi keilmuan, jaringan masyarakat dan kepercayaan publik. Ketiganya, lanjutnya, bisa diubah menjadi kekuatan pembangunan jika dikelola secara modern.

“Jadi pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” ujar Faiz.

Dalam arah pembangunan yang ditawarkan Bupati, santri tidak lagi diposisikan hanya sebagai calon asatidz atau ulama. Mereka didorong menguasai sains, teknologi, kewirausahaan, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga :  Pertemuan Rahasia Sejumlah Kepala Puskesmas Batang di Pekalongan Picu Kontroversi di Tengah Kasus Dana BOK

“Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa,” kata Faiz.

Menurutnya, keberanian mengambil peran itu penting karena persoalan daerah tidak lagi hanya soal nilai keagamaan, tetapi juga lapangan kerja, kesejahteraan dan daya saing. Pesantren, ia menilai, bisa menjadi simpul pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Faiz menekankan bahwa tradisi pesantren dan keterbukaan terhadap perubahan tidak harus saling meniadakan. Justru kombinasi keduanya, menurutnya, menjadi keunggulan santri di tengah perubahan zaman yang cepat.

“Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan,” tegasnya.

Baca Juga :  Puluhan Pasangan Nikah Maulid di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan

Faiz mengaitkan momentum ini dengan Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Saat itu, seruan ulama menjadi pemicu semangat perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya pada peristiwa 10 November 1945.

Namun, ia menarik makna sejarah tersebut ke tantangan masa kini. Jika santri dahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan, santri hari ini dituntut memperjuangkan kemandirian ekonomi, penguatan karakter, dan solusi atas persoalan sosial.

Tema Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, dinilai Faiz sebagai pengingat bahwa santri memiliki andil dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas dan kepedulian sosial,” tuntasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu
Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyerahkan SK pensiun kepada sejumlah ASN yang purna tugas, Jumat (23/10/26). Foto: dok istimewa

Kota Pekalongan

Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:01 WIB