KANAL TEGAL – Rencana perubahan APBD Kota Tegal 2026 membuat ruang belanja pemerintah daerah bertambah, tetapi sekaligus memperlebar defisit anggaran hingga hampir dua kali lipat.
Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, belanja daerah Kota Tegal diusulkan mencapai Rp1,174 triliun, naik Rp44,1 miliar atau 3,90 persen dibandingkan anggaran sebelum perubahan yang sebesar Rp1,129 triliun.
Kenaikan belanja tersebut membuat defisit APBD ikut melebar. Defisit yang semula dipatok Rp36,77 miliar meningkat menjadi Rp66,72 miliar, atau bertambah sekitar Rp29,95 miliar.
Dengan angka tersebut, defisit APBD Kota Tegal dalam rancangan perubahan 2026 meningkat 81,43 persen dibandingkan sebelum perubahan.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan perubahan anggaran diperlukan karena terdapat perkembangan kondisi yang tidak lagi sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. Selain itu, perubahan juga memperhitungkan penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya serta pergeseran anggaran dan kegiatan.
“Perubahan APBD ini disusun dengan mempertimbangkan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, penggunaan Silpa tahun sebelumnya, serta pergeseran anggaran dan kegiatan,” kata Dedy Yon dalam rapat paripurna, Senin (31/8/2026).
Di sisi pendapatan, pemerintah daerah juga menargetkan kenaikan. Pendapatan yang sebelumnya Rp1,093 triliun direncanakan menjadi Rp1,107 triliun, bertambah Rp14,16 miliar atau 1,30 persen.
Kenaikan pendapatan terutama ditopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target PAD meningkat dari Rp470,8 miliar menjadi Rp487,73 miliar, atau naik 3,60 persen.
Namun, pendapatan transfer justru diproyeksikan turun. Dari sebelumnya Rp622,41 miliar menjadi Rp619,64 miliar, atau berkurang sekitar 0,45 persen.
Sementara dari sisi belanja, kenaikan paling mencolok terjadi pada belanja modal. Pos ini melonjak dari Rp38,51 miliar menjadi Rp56,22 miliar, bertambah Rp17,71 miliar atau 45,99 persen.
Belanja operasi juga naik dari Rp1,089 triliun menjadi Rp1,115 triliun. Adapun belanja tidak terduga tetap dialokasikan sebesar Rp2 miliar.
“Untuk menutup kebutuhan pembiayaan akibat perubahan struktur anggaran tersebut, pemkot berencana menggunakan Silpa Tahun Anggaran 2025,” ujarnya.
Kemudian jika dilihat berdasarkan fungsi, porsi anggaran terbesar masih berada pada pelayanan umum dengan alokasi Rp937,87 miliar. Berikutnya pendidikan sebesar Rp79,25 miliar dan kesehatan Rp59,74 miliar.
“Rancangan perubahan APBD tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kota Tegal,” jelasnya.
Dedy Yon berharap pembahasan dapat berjalan sesuai mekanisme dan jadwal yang telah disepakati pemerintah daerah bersama DPRD.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












