Uji Empat Varietas untuk Pasar Pangan dan Pakan, Muhammadiyah Pekalongan Panen Perdana Jagung 3,8 Hektare

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Program jagungMU yang dikembangkan PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan mulai menunjukkan hasil panen di lahan seluas 3,8 hektar di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Minggu (19/7/26). Foto : Istimewa

Program jagungMU yang dikembangkan PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan mulai menunjukkan hasil panen di lahan seluas 3,8 hektar di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Minggu (19/7/26). Foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Program budidaya jagung yang dikembangkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan mulai menunjukkan hasil. Setelah sekitar empat bulan masa tanam, program JagungMu memanen jagung perdana dari lahan seluas 3,8 hektare di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu (19/7/2026).

Panen tersebut menjadi tahap awal pengembangan pertanian yang digagas Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPMLH) PDM Kabupaten Pekalongan bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).

Ketua MPMLH PDM Kabupaten Pekalongan, Islah Milono, mengatakan lahan tersebut ditanami empat varietas jagung yang memiliki karakteristik dan pangsa pasar berbeda, yakni Bisi Maskot, Bisi Macho, NK Sakti, dan Dewo 99.

Menurutnya, penggunaan beberapa varietas dilakukan sebagai upaya mengetahui benih yang paling sesuai dengan kondisi lahan sekaligus menyesuaikan kebutuhan pasar.

Baca Juga :  Sidang Kedua Kasus Gacon Berlangsung Hingga Tengah Malam, Kuasa Hukum Terdakwa Bantah Keterangan Saksi dari JPU

“Kami mengelola lahan sekitar 3,8 hektare yang ditanami empat varietas jagung. Selain untuk kebutuhan pangan, sebagian varietas seperti Bisi Macho juga diproyeksikan menyasar pasar pakan burung yang permintaannya cukup tinggi,” kata Islah.

Ia menjelaskan, tanaman mulai dibudidayakan sejak pertengahan Maret 2026 dengan pendampingan MPMLH PP Muhammadiyah, PW Muhammadiyah Jawa Tengah, serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pekalongan.

Selain mengembangkan budidaya jagung, pengelola juga mulai menerapkan penggunaan alat pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan.

Pada panen perdana tersebut, petani memperagakan penggunaan drone pertanian untuk penyemprotan tanaman serta combine corn harvester, mesin pemanen jagung yang mampu memotong, mengupas, hingga memipil jagung dalam satu proses kerja.

Pemanfaatan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja sekaligus mempercepat proses panen.

Baca Juga :  Konten Demi Hoaks, Pemuda di Pekalongan Rekayasa Jadi Korban Begal Pakai Properti Samurai dan Potongan Ibu Jari Berujung Urusan Polisi

Di kawasan pertanian itu, pengelola juga membangun musala yang dapat digunakan petani saat beraktivitas di lahan.

Ketua MPMLH PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin, yang hadir dalam panen perdana tersebut menilai sektor pertanian dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang perlu terus dikembangkan.

“Kami berharap program seperti ini tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi dapat dikembangkan di daerah lain sehingga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, PDM Kabupaten Pekalongan berencana memperluas program JagungMu dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum produktif melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan
Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini
Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat
Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono
Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya
Kepala SD Negeri di Pekalongan Dicopot Usai Terbukti Mesum dengan Guru di Sekolah
Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi di Pekalongan Mulai Tuntas, Pinjaman Mekar dan BTPN Dilunasi
Pemkab Pekalongan Pastikan Utang Pasangan Lansia Dayat-Darmi Diselesaikan Kekeluargaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:50 WIB

DPRD Pekalongan Soroti Kasus Dugaan Mesum Kepsek dan Guru, Minta Proses Sesuai Aturan

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jalan Mulus Depan Kantor Bupati Pekalongan Diaspal Ulang dengan Anggaran Rp755 Juta, Warga Mrepet Begini

Senin, 7 September 2026 - 11:29 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Oknum Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Tunggu Sanksi Berat

Sabtu, 5 September 2026 - 09:30 WIB

Pohon Pinus Tumbang Timpa Kabel Listrik, Nyaris Picu Kebakaran Hutan Petungkriyono

Sabtu, 5 September 2026 - 08:57 WIB

Buruh Serabutan di Pekalongan Disurati DJP soal Data Pembelian Rp1,7 Miliar, Pihak Desa Telusuri Kebenarannya

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB