Warga Setono Patungan Biayai Pemakaman Korban Tenggelam, Luruskan Bukan Bantuan Pemerintah

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Warga Kelurahan Setono menanggung biaya pemakaman korban tenggelam di Kali Banger yang sebelumnya diinformasikan dari bantuan pemerintah, Kamis (18/6/26). Foto : Ilutrasi AI

Warga Kelurahan Setono menanggung biaya pemakaman korban tenggelam di Kali Banger yang sebelumnya diinformasikan dari bantuan pemerintah, Kamis (18/6/26). Foto : Ilutrasi AI

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Di balik peristiwa meninggalnya Abdurrahman (37), pria yang ditemukan meninggal setelah terjun ke Sungai Setono, Kota Pekalongan, tersimpan kisah solidaritas warga yang menyentuh hati. Proses pemakaman almarhum ternyata sepenuhnya dibiayai melalui iuran warga RT 03 RW 13 Kelurahan Setono melalui program ‘Guyub Rukun’.

Ketua RT 03 RW 13 Setono, Aris Syarifudin, menegaskan bahwa biaya pemakaman bukan berasal dari bantuan pemerintah, melainkan hasil gotong royong warga yang selama ini rutin menghimpun dana sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Melihat kondisi keluarga almarhum yang memang tergolong kurang mampu, warga sepakat bergotong royong membiayai seluruh proses pemakaman,” ujar Aris, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Diadang Aparat Gabungan, 150 Mahasiswa AMPERA Pilih Gelar 'Parlemen Jalanan', Berujung Kesepakatan dengan Wali Kota dan DPRD

Meski almarhum tercatat sebagai warga ber-KTP Kelurahan Klego, ia telah lama tinggal di Setono sehingga masyarakat setempat menganggapnya sebagai bagian dari lingkungan mereka.

Abdurrahman dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sekengkeng Karangmalang, berdampingan dengan makam ayahnya yang meninggal sekitar enam bulan lalu.

Menurut Aris, biaya pemakaman sang ayah juga saat itu ditanggung melalui mekanisme Guyub Rukun warga.

“Kegiatan seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan warga kami. Ketika ada tetangga yang mengalami musibah dan kesulitan ekonomi, warga bersama-sama membantu,” katanya.

Sementara itu, Lurah Setono, Hartini Wigatiningsih, juga memuji kepedulian masyarakat yang bergerak cepat tanpa menunggu bantuan dari pihak lain. Menurutnya, prioritas utama saat itu adalah memastikan jenazah dapat segera dimakamkan dengan layak.

Baca Juga :  Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren

“Jadi Warga itu langsung sengkuyung. Prinsipnya, itu warga kita, ayo kita bantu bersama-sama. Yang penting proses pemakaman bisa berjalan karena jenazah harus segera dimuliakan,” ungkap Hartini.

Di sisi lain, Lurah Klego, Abdul Ghoni, meluruskan informasi yang sebelumnya beredar mengenai sumber pembiayaan pemakaman. Ia menjelaskan bahwa telah terjadi miskomunikasi saat dirinya memastikan pemerintah hadir memberikan pendampingan kepada keluarga duka.

“Untuk biaya pemakaman memang dikaver oleh iuran warga Setono. Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga yang selama ini menjaga semangat gotong royong tersebut. Kami juga memohon maaf atas terjadinya miskomunikasi sebelumnya,” sebut Abdul Ghoni.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos
TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda
Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai
Lazismu Pekalongan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha untuk 16 Pelaku UMKM
KAI Buka Suara soal Ramai Palang Pintu Tak Menutup Saat KA Melintas di Kota Pekalongan
Petugas Diduga Tertidur, Palang Perlintasan di Kota Pekalongan Tetap Terbuka Saat Kereta Melintas Bikin Geger Warga

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Jumat, 4 September 2026 - 10:29 WIB

Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Jumat, 4 September 2026 - 09:53 WIB

TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda

Rabu, 2 September 2026 - 11:01 WIB

Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai

Berita Terbaru