KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Di balik peristiwa meninggalnya Abdurrahman (37), pria yang ditemukan meninggal setelah terjun ke Sungai Setono, Kota Pekalongan, tersimpan kisah solidaritas warga yang menyentuh hati. Proses pemakaman almarhum ternyata sepenuhnya dibiayai melalui iuran warga RT 03 RW 13 Kelurahan Setono melalui program ‘Guyub Rukun’.
Ketua RT 03 RW 13 Setono, Aris Syarifudin, menegaskan bahwa biaya pemakaman bukan berasal dari bantuan pemerintah, melainkan hasil gotong royong warga yang selama ini rutin menghimpun dana sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Melihat kondisi keluarga almarhum yang memang tergolong kurang mampu, warga sepakat bergotong royong membiayai seluruh proses pemakaman,” ujar Aris, Kamis (18/6/2026).
Meski almarhum tercatat sebagai warga ber-KTP Kelurahan Klego, ia telah lama tinggal di Setono sehingga masyarakat setempat menganggapnya sebagai bagian dari lingkungan mereka.
Abdurrahman dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sekengkeng Karangmalang, berdampingan dengan makam ayahnya yang meninggal sekitar enam bulan lalu.
Menurut Aris, biaya pemakaman sang ayah juga saat itu ditanggung melalui mekanisme Guyub Rukun warga.
“Kegiatan seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan warga kami. Ketika ada tetangga yang mengalami musibah dan kesulitan ekonomi, warga bersama-sama membantu,” katanya.
Sementara itu, Lurah Setono, Hartini Wigatiningsih, juga memuji kepedulian masyarakat yang bergerak cepat tanpa menunggu bantuan dari pihak lain. Menurutnya, prioritas utama saat itu adalah memastikan jenazah dapat segera dimakamkan dengan layak.
“Jadi Warga itu langsung sengkuyung. Prinsipnya, itu warga kita, ayo kita bantu bersama-sama. Yang penting proses pemakaman bisa berjalan karena jenazah harus segera dimuliakan,” ungkap Hartini.
Di sisi lain, Lurah Klego, Abdul Ghoni, meluruskan informasi yang sebelumnya beredar mengenai sumber pembiayaan pemakaman. Ia menjelaskan bahwa telah terjadi miskomunikasi saat dirinya memastikan pemerintah hadir memberikan pendampingan kepada keluarga duka.
“Untuk biaya pemakaman memang dikaver oleh iuran warga Setono. Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga yang selama ini menjaga semangat gotong royong tersebut. Kami juga memohon maaf atas terjadinya miskomunikasi sebelumnya,” sebut Abdul Ghoni.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













