BATANG, KANALPLUS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menerapkan disiplin ketat dalam menyiapkan ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026. Bahkan, calon petugas yang terlambat mengikuti pelatihan dipastikan langsung diganti dengan peserta cadangan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS memastikan kualitas pendataan ekonomi yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Batang, Heni Djumadi, menegaskan sejak proses seleksi hingga pelatihan seluruh peserta diwajibkan menjauhi tiga ‘penyakit’ yang kerap mengganggu kualitas kerja petugas lapangan, yakni Kurang Disiplin (Kudis), Kurang Rapi (Kurap) dan Kurang Teliti (Kutil).
“Jadi sejak awal tes wawancara sampai sekarang saya selalu mengingatkan agar menghindari Kudis, Kurap dan Kutil. Kalau ada yang terlambat masuk pelatihan, langsung saya ganti,” tegas Heni saat membuka pelatihan di Hotel Parkside Mandarin Kota Pekalongan, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, langkah tegas tersebut diambil karena BPS telah menyiapkan calon petugas cadangan yang siap menggantikan kapan saja apabila ada peserta yang tidak memenuhi standar kedisiplinan.
Sebanyak 825 calon petugas mengikuti pelatihan yang digelar serentak mulai 31 Mei hingga 11 Juni 2026. Mereka akan bertugas mendata berbagai aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung dari pintu ke pintu.
Pelatihan tersebar di empat lokasi, yakni Hotel Parkside Mandarin, Hotel Namira, Hotel Sendang Sari dan Hotel Kiyana, dengan materi yang diberikan oleh instruktur berpengalaman agar seluruh petugas memiliki pemahaman dan standar kerja yang sama.
Heni menjelaskan, keseragaman metode pendataan menjadi kunci agar data Sensus Ekonomi 2026 yang dihasilkan akurat dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
Salah satu peserta pelatihan, Fatika, mengaku sengaja kembali mendaftar sebagai calon petugas karena ingin mengembangkan pengalaman yang diperolehnya saat bertugas pada Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.
Menurutnya, pelatihan tatap muka menjadi pelengkap materi yang sebelumnya dipelajari secara daring sehingga lebih siap menghadapi kondisi di lapangan.
“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari petugas Sensus Ekonomi 2026 karena secara kemanfaatan dapat membantu pemerintah mengetahui gambaran perekonomian di Kabupaten Batang,” ujarnya.
Pelatihan pembekalan tersebut juga dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Bapperida, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DPMPTSP, Disnaker, Disperindag, Dispermades, serta Polres Batang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









