Tak Cuma Ajarkan Inflasi, BI Dorong Pelajar Eks Karesidenan Pekalongan Bercocok Tanam

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala BI Tegal Bimala memaparkan berbagai program edukasi

Kepala BI Tegal Bimala memaparkan berbagai program edukasi

KANAL KOTABank Indonesia (BI) Tegal mulai memperluas edukasi ekonomi dan pengendalian inflasi hingga ke lingkungan sekolah di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan.

Salah satu program yang disiapkan adalah ‘Sekolah Prakarsa’ atau Praktik Agriculture Ramah Lingkungan untuk Akselerasi Kemandirian Pangan.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengatakan program tersebut dirancang untuk menggabungkan edukasi ekonomi dengan praktik pertanian di lingkungan sekolah.

Konsepnya, siswa didorong melakukan urban farming di sekolah masing-masing sekaligus memahami keterkaitan produksi pangan dengan inflasi.

“Nanti kita lihat mulai dari budidayanya maupun edukasinya bagaimana mereka melakukan inovasi terkait dengan kepedulian terhadap inflasi,” kata Bimala di Hotel Amandaru Kota Pekalongan, Jumat (13/8/2026).

Baca Juga :  Mbah Ojek Viral Masuk Tol Batang, Ternyata Salah Jalur Saat Antar Penumpang ke Pondok Pesantren

Program tersebut disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan.

Sekolah nantinya akan mengikuti kegiatan atau kompetisi antarsekolah dengan mengembangkan pertanian sederhana di lingkungan masing-masing.

BI menilai edukasi mengenai inflasi perlu dilakukan sejak usia sekolah agar pemahaman mengenai ekonomi tidak hanya berhenti pada teori.

“Selain Sekolah Prakarsa, BI Tegal juga memperluas edukasi ekonomi melalui buku cerita untuk anak,” bebernya.

Baca Juga :  Ampera Pekalongan Mulai Konsolidasi, Siapkan Gerakan Respons Dinamika Nasional dan Kenaikan Beban Masyarakat

Beberapa buku yang diterbitkan antara lain ‘Uang Mainan Jihan’ dan ‘Kok Jadi Mahal?’ yang mengemas isu inflasi dalam bahasa cerita anak.

“Untuk memperkenalkan transaksi digital, BI juga menerbitkan buku ‘Untung Ada QRIS’, jelasnya.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang BI dalam membangun pemahaman ekonomi dan literasi keuangan sejak usia dini.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang lebih memahami inflasi, ketahanan pangan, transaksi digital dan berbagai kebijakan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus
2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi
Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos
TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda
Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai
Lazismu Pekalongan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha untuk 16 Pelaku UMKM

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Rabu, 9 September 2026 - 09:01 WIB

2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Jumat, 4 September 2026 - 10:29 WIB

Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB