KANAL KOTA – Bank Indonesia (BI) Tegal mulai memperluas edukasi ekonomi dan pengendalian inflasi hingga ke lingkungan sekolah di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan.
Salah satu program yang disiapkan adalah ‘Sekolah Prakarsa’ atau Praktik Agriculture Ramah Lingkungan untuk Akselerasi Kemandirian Pangan.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengatakan program tersebut dirancang untuk menggabungkan edukasi ekonomi dengan praktik pertanian di lingkungan sekolah.
Konsepnya, siswa didorong melakukan urban farming di sekolah masing-masing sekaligus memahami keterkaitan produksi pangan dengan inflasi.
“Nanti kita lihat mulai dari budidayanya maupun edukasinya bagaimana mereka melakukan inovasi terkait dengan kepedulian terhadap inflasi,” kata Bimala di Hotel Amandaru Kota Pekalongan, Jumat (13/8/2026).
Program tersebut disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan.
Sekolah nantinya akan mengikuti kegiatan atau kompetisi antarsekolah dengan mengembangkan pertanian sederhana di lingkungan masing-masing.
BI menilai edukasi mengenai inflasi perlu dilakukan sejak usia sekolah agar pemahaman mengenai ekonomi tidak hanya berhenti pada teori.
“Selain Sekolah Prakarsa, BI Tegal juga memperluas edukasi ekonomi melalui buku cerita untuk anak,” bebernya.
Beberapa buku yang diterbitkan antara lain ‘Uang Mainan Jihan’ dan ‘Kok Jadi Mahal?’ yang mengemas isu inflasi dalam bahasa cerita anak.
“Untuk memperkenalkan transaksi digital, BI juga menerbitkan buku ‘Untung Ada QRIS’, jelasnya.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang BI dalam membangun pemahaman ekonomi dan literasi keuangan sejak usia dini.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang lebih memahami inflasi, ketahanan pangan, transaksi digital dan berbagai kebijakan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













