Sumur Minyak Peninggalan Belanda di Kendal Kembali Aktif, Warga Kini Ikut Nikmati Dampaknya

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Puluhan kempu atau bak penampung minyak bumi yang dihasilkan oleh sumur tua di Desa Sojomerto, Kecamatan Gumuh, Kabupaten Kendal yang beroperasi kembali siap dikirim ke Pertamina, Minggu (17/5/26).

Puluhan kempu atau bak penampung minyak bumi yang dihasilkan oleh sumur tua di Desa Sojomerto, Kecamatan Gumuh, Kabupaten Kendal yang beroperasi kembali siap dikirim ke Pertamina, Minggu (17/5/26).

KENDAL, KANALPLUS.IDSumur minyak tua peninggalan era Belanda di Dusun Klantung, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, kembali menggeliat. Setelah lama belum dimanfaatkan secara optimal, kawasan yang dikenal memiliki kandungan minyak bumi itu kini mulai mengirimkan produksi minyak mentah ke Pertamina Cepu.

Pengiriman perdana dilakukan pada Minggu (17/5/2026) sebanyak 15 ribu liter minyak mentah atau setara tiga tangki. Pengelolaan sumur minyak rakyat tersebut dilakukan oleh Karya Energi Nusantara Oil atau KEN Oil bersama koperasi migas dan melibatkan masyarakat sekitar.

Aktivitas pengangkutan minyak mentah dari kawasan hutan di Dusun Klantung menjadi penanda dimulainya kembali pengelolaan sumber minyak bumi yang selama ini tersimpan di wilayah tersebut.

Penanggung jawab lapangan KEN Oil, Ismayulianto, mengatakan pengiriman perdana ini masih tahap awal karena sejumlah titik sumur belum seluruhnya dioperasikan secara maksimal.

Baca Juga :  DPRD Jateng Sebut Jawa Tengah 'Supermarket Bencana', Minta Mitigasi Tak Lagi Fokus Saat Bencana Terjadi

Menurutnya, produksi minyak mentah dari kawasan tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring pengembangan sumur yang masih berlangsung.

“Masih ada beberapa titik sumur yang belum dimaksimalkan. Ke depan kami menargetkan produksi bisa mencapai 25 ribu liter per hari,” ujarnya.

Selain fokus pada produksi, pengelolaan sumur minyak di Klantung juga mulai membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah masyarakat dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam proses operasional hingga distribusi minyak mentah.

Pengelolaan tersebut turut bekerja sama dengan Perhutani selaku pemilik lahan dan koperasi migas sebagai mitra distribusi.

Manager Operasional Deputi Kopmigas, Wahyu Aji, menyebut kualitas minyak mentah dari sumur Klantung dinilai cukup baik karena memiliki kandungan air yang rendah.

Baca Juga :  Jelang May Day, Polisi 'Uji Nyali' Terjunkan 500 Personil Simulasi Demo Ricuh di Kendal

“Kandungan airnya sangat sedikit sehingga potensi sumur minyak di Kendal masih bagus untuk beberapa tahun ke depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sojomerto, Rindu Rimba, berharap keberadaan sumur minyak yang kembali aktif mampu menggerakkan perekonomian warga Dusun Klantung.

Ia mengungkapkan, wilayah tersebut memang sejak lama dikenal memiliki sumber minyak bumi peninggalan zaman kolonial Belanda. Namun selama bertahun-tahun potensi tersebut belum dapat dikelola secara optimal.

“Di Dusun Klantung ini memang ada sumur minyak peninggalan Belanda yang masih aktif. Sekarang mulai difungsikan kembali dan semoga bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dimulainya distribusi minyak mentah ke Pertamina Cepu, warga berharap geliat industri minyak rakyat di Kabupaten Kendal dapat berkembang lebih besar dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jateng Ubah 22 Pimpinan Sekaligus, Sejumlah Polres Strategis di Pantura Berganti Komando
Sepekan Dipindah dari Semarang Zoo, Harimau Putih Anggun Mati di Kebun Binatang Sumut
Dihantam Gelombang Saat Pulang Melaut, Kapal Nelayan Cilacap Terbalik di Teluk Penyu Sebabkan Dua ABK Tewas
Kepala Truk Masuk Rumah Warga, Penghuni Terjebak saat Trailer Mengamuk di Pasuruan
Truk Trailer Seruduk 5 Motor dan Hantam Deretan Rumah Warga di Pasuruan, Korban Tewas 4 Orang
Dalam 11 Hari Jawa Tengah Dilanda 16 Kebakaran Lahan, Kebun Tebu Jadi Lokasi Paling Rawan
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Soto, 50 Kios Pasar Modern BSB Semarang Ikut Terbakar
Kekurangan Ruang Kelas, TK ‘Aisyiyah Banguntapan Bantul Tambah Tiga Kelas Baru Lewat Bantuan Revitalisasi Rp1,41 Miliar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

Polda Jateng Ubah 22 Pimpinan Sekaligus, Sejumlah Polres Strategis di Pantura Berganti Komando

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:47 WIB

Sepekan Dipindah dari Semarang Zoo, Harimau Putih Anggun Mati di Kebun Binatang Sumut

Senin, 27 Juli 2026 - 17:09 WIB

Dihantam Gelombang Saat Pulang Melaut, Kapal Nelayan Cilacap Terbalik di Teluk Penyu Sebabkan Dua ABK Tewas

Senin, 27 Juli 2026 - 10:11 WIB

Kepala Truk Masuk Rumah Warga, Penghuni Terjebak saat Trailer Mengamuk di Pasuruan

Senin, 27 Juli 2026 - 08:58 WIB

Truk Trailer Seruduk 5 Motor dan Hantam Deretan Rumah Warga di Pasuruan, Korban Tewas 4 Orang

Berita Terbaru

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam paparannya di hadapan presiden Prabowo Subianto dalam acara akad massal KPR subsidi di Kabupaten Batang, mewajibkan pengembang menanam minimal satu pohon untuk tiap rumah yang dibangun, Kamis (30/7/26).

Nasional

Menteri PKP Wajibkan Tiap Rumah Subsidi Tanam Satu Pohon

Kamis, 30 Jul 2026 - 20:39 WIB