KANAL WONOSOBO – Lahan seluas hampir 30 hektare di kawasan PLTA Garung, Kabupaten Wonosobo, mulai diarahkan untuk kegiatan di luar fungsi pembangkitan listrik. PLN Indonesia Power UBP Mrica menggandeng pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang wisata sekaligus membuka peluang usaha baru.
Total aset yang dioptimalkan mencapai 302.995 meter persegi. Pemanfaatannya menjadi bagian dari kerja sama antara PLN Indonesia Power UBP Mrica dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo, Koperasi Karyawan Bhima Sakti PLTA Garung dan Paguyuban Air Bersih Sumber Mulyo.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jumat (4/9/2026).
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, mengatakan pengembangan kawasan tersebut dilakukan karena terdapat potensi aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk aktivitas ekonomi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan aset yang dimiliki PLN Indonesia Power dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Potensi kawasan di sekitar PLTA Garung kami dorong untuk dapat berkembang sebagai bagian dari destinasi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Wasis.
Menurut Wasis, pengembangan kawasan tidak bisa dilakukan PLN Indonesia Power sendirian. Pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dilibatkan agar pemanfaatan lahan tetap memiliki tata kelola yang jelas sekaligus memberi ruang bagi warga untuk ikut mengambil manfaat.
Kerja sama tersebut melibatkan Kepala DPUPR Wonosobo Nurudin Ardiyanto, Koperasi Karyawan Bhima Sakti PLTA Garung yang diwakili Feri Dwi Handoyo, serta Paguyuban Air Bersih Sumber Mulyo yang diwakili Wagiantoro.
Bagi masyarakat sekitar, terbukanya aktivitas wisata di kawasan PLTA Garung berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru. Kehadiran pengunjung dapat menjadi pasar bagi usaha warga, mulai dari perdagangan, jasa hingga kegiatan ekonomi lain yang tumbuh mengikuti aktivitas wisata.
Wasis mengatakan konsep yang didorong bukan sekadar menjadikan lahan perusahaan sebagai tempat wisata. Masyarakat diharapkan ikut masuk dalam ekosistem pengelolaan kawasan.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra menjadi kunci agar pengelolaan aset dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Dengan luas lahan yang mencapai lebih dari 30 hektare, pengembangan kawasan PLTA Garung menjadi salah satu bentuk pemanfaatan aset perusahaan untuk fungsi yang lebih luas. Namun, pengembangannya tetap diarahkan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan para pihak yang berada di sekitar kawasan.
Bagi PLN Indonesia Power UBP Mrica, pemanfaatan aset tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dampak keberadaan perusahaan di daerah. Selain menjaga keandalan pembangkitan listrik, aset di sekitar pembangkit juga didorong agar dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, kawasan PLTA Garung tidak hanya menjadi bagian dari infrastruktur energi, tetapi juga dapat tumbuh sebagai ruang wisata dan aktivitas ekonomi baru di Wonosobo.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













