KOTA TEGAL, KANALPLUS.ID – Lomba Merpati Kolong Wali Kota Cup yang digelar di belakang Rusunawa Kraton, Kecamatan Tegal Barat, tidak hanya menjadi ajang adu cepat burung merpati. Event dengan total hadiah Rp83 juta itu juga menghadirkan perputaran ekonomi bagi pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar arena.
Peserta dan pecinta merpati kolong dari berbagai daerah memadati lokasi perlombaan. Ramainya pengunjung memberi peluang bagi pedagang makanan, minuman, hingga usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menilai perlombaan berbasis komunitas seperti ini memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.
“Lomba merpati kolong bukan hanya menjaga tradisi dan budaya yang diwariskan para pendahulu, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Dedy Yon, Minggu (28/6/2026).
Ia menyebut kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah tentu membawa manfaat bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu didukung.
Selain aspek ekonomi, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama perlombaan berlangsung agar kegiatan tetap menjadi ruang silaturahmi bagi para penghobi merpati kolong.
Sementara itu, Pembina Wali Kota Cup, H. Wasto, mengatakan penyelenggara menyediakan total hadiah sebesar Rp83 juta sebagai bentuk apresiasi kepada peserta sekaligus untuk meningkatkan daya tarik kompetisi.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti event ini. Mari kita utamakan sportivitas dan menjaga persaudaraan,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi khalayak umum, khususnya para petani dan pelaku UMKM setempat.
Menurutnya, dampak kegiatan semacam ini tidak berhenti di arena lomba. Ramainya peserta dan pengunjung ikut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar sehingga diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan di Kota Tegal.
Dengan besarnya animo peserta dan nilai ekonomi yang ditimbulkan, lomba merpati kolong dinilai tidak lagi sekadar menjadi hobi komunitas, tetapi juga mulai berkembang sebagai salah satu event yang mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













