BATANG, KANALPLUS.ID – Saat sebagian anak menikmati libur sekolah, ratusan pebulu tangkis muda di Kabupaten Batang justru menghabiskan waktu di lapangan. Mereka berlatih, bertanding, dan mengukur kemampuan dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) PBSI Batang yang digelar selama 3-5 Juli 2026 di Gedung Kopri Batang.
Sebanyak 188 atlet dari tujuh klub bulu tangkis se-Kabupaten Batang mengikuti kejuaraan tersebut. Mereka bertanding pada sejumlah kelompok usia, mulai kategori usia dini, anak-anak, remaja, hingga nomor ganda dewasa.
Kejurkab ini menjadi salah satu pintu bagi PBSI Batang untuk mencari dan memetakan potensi atlet lokal yang dipersiapkan menghadapi kompetisi lebih luas di tingkat Jawa Tengah maupun nasional.
Ketua Panitia Kejurkab PBSI Batang, Dwi Atmoko, mengatakan pertandingan yang berlangsung sejak pagi hingga malam itu menjadi ruang pembuktian bagi atlet yang selama ini menjalani latihan rutin di klub masing-masing.
“Kompetisi ini digelar untuk menemukan atlet bulu tangkis asli Batang. Mereka yang tampil baik nantinya diharapkan bisa meraih prestasi di berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional,” kata Dwi Atmoko kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Menurut dia, Kejurkab bukan satu-satunya agenda pembinaan yang disiapkan PBSI Batang. Dalam waktu dekat, para atlet juga akan menghadapi DPRD Cup 2026 yang direncanakan diikuti peserta dari lintas karesidenan.
Kejuaraan dengan cakupan peserta lebih luas itu diperkirakan akan menjadi ujian berikutnya bagi pebulu tangkis Batang, karena persaingan tidak lagi hanya datang dari atlet dalam satu kabupaten.
“DPRD Cup 2026 segera digelar dan rencananya diikuti peserta dari multi-karesidenan. Persaingannya tentu makin ketat, sehingga para atlet harus mempersiapkan diri dengan matang,” ujarnya.
Dwi menilai perkembangan permainan atlet muda Batang mulai menunjukkan peningkatan. Menurutnya, sejumlah atlet sudah mampu bersaing dengan pebulu tangkis dari daerah lain, khususnya dalam kejuaraan di Jawa Tengah.
Meski demikian, PBSI Batang masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan capaian prestasi. Pada ajang Porprov 2025, atlet muda Batang di nomor ganda campuran masih berada di posisi semifinal.
“Target kami saat ini mempertahankan dulu posisi semifinal sambil terus berlatih dan menjaring bibit-bibit berkompeten agar prestasinya meningkat,” katanya.
Salah satu peserta Kejurkab, Elnino, memanfaatkan masa libur sekolah untuk memperbanyak jam latihan. Bersama ayahnya yang juga menjadi pelatih, Hisyam, ia mengikuti kejuaraan tersebut untuk menguji kesiapan sebelum tampil di Sirkuit Nasional Yogyakarta pada September mendatang.
“Selama liburan justru saya giatkan latihan pagi agar performanya siap untuk kejuaraan lanjutan. Nino sudah mengikuti beberapa kejuaraan, di antaranya Champions Jepara dan Popda,” tutur Hisyam.
Ia mengakui melatih anak sendiri memiliki tantangan tersendiri. Namun, konsistensi latihan menjadi hal yang terus dijaga, terutama karena Elnino masih berada pada tahap awal pembinaan meski telah berani mengikuti kategori usia di atasnya.
“Memang lebih sulit melatih anak sendiri dibandingkan orang lain. Yang dibutuhkan adalah konsistensi. Dia masih pemula, tetapi sudah bisa ikut kategori U-17,” ujarnya.
Bagi Elnino, kejuaraan saat libur sekolah justru menjadi kegiatan yang menyenangkan. Selain tidak membiarkan waktu libur berlalu tanpa aktivitas, ia bisa mendapat pengalaman bertanding sebelum menghadapi lawan yang lebih berat.
“Asyik liburan ada latihan dan pertandingan seperti ini. Kalau bisa, kegiatan seperti ini sering diadakan,” kata Elnino.
Kejurkab PBSI Batang pun tidak sekadar menjadi kompetisi tiga hari. Bagi atlet-atlet muda seperti Elnino, pertandingan ini menjadi bagian dari perjalanan menuju Sirkuit Nasional Yogyakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026, dengan target menembus babak semifinal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













