Kawasan Industri Tumbuh, Batang Cetak Lebih Banyak Welder untuk Penuhi Kebutuhan Perusahaan

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 13:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Disnaker Kabupaten Batang cetak leboh banyak welder untuk penuhi kebutuhan industri yang terus tumbuh, Senin (13/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Disnaker Kabupaten Batang cetak leboh banyak welder untuk penuhi kebutuhan industri yang terus tumbuh, Senin (13/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Berkembang pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja. Salah satu profesi yang diproyeksikan paling diburu dalam beberapa tahun ke depan adalah juru las (welder), seiring masuknya investasi baru yang membutuhkan tenaga teknis bersertifikat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang mulai memfokuskan pelatihan kerja pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha agar lulusan memiliki peluang lebih besar terserap di perusahaan.

Kepala Disnaker, Suprapto, mengatakan pelatihan kerja yang digelar pemerintah daerah kini tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi disusun berdasarkan permintaan nyata dari perusahaan.

“Jadi kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pengelasan ke depan akan semakin banyak. Karena itu kami terus menyiapkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kabupaten Batang,” katanya kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, proses penyaluran tenaga kerja melalui Program Dapat Kerja (Dakker) terus diperkuat dengan melibatkan perusahaan sejak tahap seleksi. Hampir setiap pekan Disnaker memfasilitasi asesmen dan rekrutmen sesuai kebutuhan industri.

Baca Juga :  Satpol PP Bakal Tertibkan PKL Depan RSUD Kalisari Batang, Pedagang Bertahan Diultimatum 14 Juli Pindah ke Pujasera

Bahkan hari ini juga, sekitar 150 pencari kerja mengikuti pembekalan dan asesmen bersama salah satu perusahaan mitra. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 peserta ditargetkan dapat langsung diterima bekerja.

“Pendekatan ini membuat kompetensi peserta benar-benar sesuai kebutuhan perusahaan sehingga tingkat penyerapan tenaga kerja lokal terus meningkat,” ujarnya.

Saat ini, tenaga kerja asal Kabupaten Batang yang terserap di kawasan industri telah mencapai sekitar 65 hingga 68 persen. Namun, menurut Suprapto, jumlah tenaga las yang memiliki kompetensi sesuai standar industri masih belum mampu memenuhi permintaan perusahaan.

Selain pelatihan pengelasan, Disnaker juga tetap membuka pelatihan menjahit, kelistrikan, dan berbagai keterampilan teknis lainnya. Sementara pelatihan administrasi belum menjadi prioritas karena mayoritas perusahaan mensyaratkan lulusan perguruan tinggi.

Instruktur Teknik Las Disnaker Batang, Fiki Bahar Sultan Tian, menjelaskan peserta pelatihan terlebih dahulu dibekali teknik dasar sebelum memasuki praktik yang lebih kompleks.

Mulai dari teknik tarikan las, ayunan pengelasan, penyambungan material, penebalan hasil las hingga praktik pengelasan pada posisi 1F dan 2F menjadi materi wajib yang harus dikuasai peserta sebelum dinyatakan siap bekerja.

Baca Juga :  Tragis Perempuan Penyeberang Jalan di Batang Tewas Terlindas Truk Tronton

“Peserta harus menguasai teknik dasar terlebih dahulu agar memiliki kompetensi sesuai standar industri. Setelah lulus mereka umumnya bekerja sebagai welder atau bagian maintenance apabila memiliki kemampuan tambahan di bidang perawatan mesin,” jelasnya.

Fiki mengungkapkan kebutuhan tenaga las di Batang terus meningkat. Salah satunya datang dari PT JJD yang membutuhkan tenaga dengan keahlian las argon. Sementara pelatihan yang saat ini berjalan masih menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW).

Melihat kebutuhan tersebut, Disnaker berencana mengembangkan pelatihan las argon agar semakin selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Tak hanya pelatihan, peserta juga mendapat kesempatan mengikuti program magang di perusahaan nasional. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Komponen Futaba Nusa Persada di Bekasi.

Dari 16 peserta pelatihan yang mengikuti seleksi magang, sebanyak 11 orang dinyatakan lolos dan dijadwalkan berangkat pada 31 Juli 2026 untuk mengikuti program magang selama satu tahun.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru