KENDAL, KANALPLUS.ID – Suasana memanas di depan Kantor Bupati Kendal saat ratusan massa berunjuk rasa dan mencoba merangsek masuk ke area kantor. Aksi dorong-mendorong dengan aparat hingga pembakaran ban sempat terjadi, memicu ketegangan di lokasi.
Namun, aksi tersebut bukan demonstrasi sesungguhnya. Peristiwa itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan yang digelar Polres Kendal dalam rangka mengantisipasi potensi kerawanan jelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).
Dalam skenario yang dirancang menyerupai kondisi riil, massa yang mengatasnamakan kelompok buruh dan masyarakat melakukan long march dari Alun-alun Kendal menuju Kantor DPRD, sebelum bergerak ke Kantor Bupati.
Sepanjang aksi, peserta membawa poster berisi berbagai tuntutan, mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok, peningkatan kesejahteraan buruh, hingga dorongan program makan bergizi gratis (MBG) bagi pekerja.
Ketegangan mulai meningkat saat massa tiba di Kantor Bupati. Dalam simulasi tersebut, sejumlah peserta membakar ban di depan gerbang utama sebagai bentuk protes. Situasi kemudian memuncak ketika massa mencoba menerobos masuk, namun langsung dihadang aparat kepolisian yang berjaga.
Aksi saling dorong pun tak terhindarkan, menggambarkan potensi eskalasi yang bisa terjadi dalam unjuk rasa sebenarnya.
Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto yang memimpin langsung jalannya simulasi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengukur kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
“Kurang lebih 500 personel gabungan kami libatkan. Kami tekankan kepada seluruh anggota untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis dan bertindak sesuai prosedur,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, simulasi ini penting untuk memastikan pengamanan aksi unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Selain menguji kesiapan individu personel, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi situasi darurat, termasuk skenario aksi yang berujung ricuh.
“Dengan latihan ini, kami ingin memastikan seluruh personel siap, baik secara teknis maupun taktis, dalam mengamankan aksi masyarakat,” tegasnya.
Simulasi tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif aparat menjelang May Day, yang setiap tahunnya identik dengan aksi massa buruh di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kendal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













