Jawa Tengah Pacu Energi Hijau, Ribuan Desa Kini Mulai Mandiri Energi

Rabu, 13 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan di Peringatan Hari Bumi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/26). Foto : Istimewa

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan di Peringatan Hari Bumi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/26). Foto : Istimewa

SEMARANG, KANALPLUS.IDPemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat langkah menuju energi hijau di tengah ancaman krisis iklim dan krisis energi global. Salah satu hasilnya, ribuan desa di Jawa Tengah kini mulai bergerak menjadi desa mandiri energi berbasis potensi lokal dan energi baru terbarukan (EBT).

Komitmen itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Peringatan Hari Bumi 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, transisi menuju energi bersih bukan lagi sekadar pilihan pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga masa depan lingkungan dan ketahanan energi.

“Transisi energi menuju energi baru terbarukan bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Tanpa upaya ini, krisis energi dan krisis iklim akan menjadi ancaman nyata,” ujarnya.

Tema Hari Bumi tahun ini, Our Power Our Planet”, disebut menjadi pengingat bahwa bumi merupakan satu-satunya rumah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Pemprov Jawa Tengah saat ini terus mendorong program Desa Mandiri Energi sebagai bagian dari transisi energi berkeadilan dan berbasis kearifan lokal.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat hingga 2026 sudah terdapat 2.331 Desa Mandiri Energi di berbagai wilayah. Rinciannya, 28 desa masuk kategori mapan, 165 desa berkembang, dan 2.138 desa kategori inisiatif.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Program tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai sumber energi lokal seperti tenaga surya, biogas, mikrohidro hingga pengelolaan limbah energi ramah lingkungan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan kapasitas infrastruktur energi baru terbarukan di Jawa Tengah juga terus bertambah.

Hingga 2026, Jawa Tengah memiliki PLT Mikro dan Mini Hidro berkapasitas 38 MW, PLTA 322 MW, PLTS Atap 89,5 MW, PLTSa 8 MW, biogas 40 ribu meter kubik, hingga pengembangan panas bumi Dieng sebesar 60 MW.

“Bauran energi baru terbarukan Jawa Tengah saat ini sudah mencapai 22,33 persen,” jelas Agus.

Selain energi pembangkit, Jawa Tengah juga mulai serius mengembangkan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon.

Pada triwulan pertama 2026, jumlah kendaraan listrik di Jawa Tengah tercatat mencapai 22.434 unit dengan dukungan 283 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pemprov Jateng menilai pengembangan kendaraan listrik akan menjadi bagian penting dalam transformasi energi bersih di masa depan.

Baca Juga :  Pilih Ngopi Bersama, Buruh di Kendal Batalkan Aksi May Day

Dalam rangkaian Hari Bumi tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan Jateng EnergyTransition Awards kepada sejumlah daerah yang dinilai aktif mendorong transisi energi.

Penghargaan diberikan kepada Kabupaten Boyolali, Brebes dan Rembang.

Sementara penghargaan Desa Mandiri Energi diberikan kepada Desa Manggihan Kabupaten Semarang, Desa Krandegan Kabupaten Purworejo, Desa Sempukerep Kabupaten Wonogiri, Desa Banjarsari Kabupaten Demak, Desa Kalinusu Kabupaten Brebes dan Desa Pacet Kabupaten Batang.

Tak hanya itu, sejumlah kerja sama strategis juga ditandatangani, mulai dari pemanfaatan minyak jelantah rumah tangga menjadi energi ramah lingkungan hingga pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA).

Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak seperti PT PLN (Persero), Universitas Diponegoro, Badan Riset dan Inovasi Nasional, hingga Institute for Essential Services Reform.

Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah telah berjalan sejak 2019 dan kini diperluas untuk mendukung pembangunan ekonomi hijau dan rendah karbon.

“Yang kita nikmati hari ini sebenarnya kita pinjam dari generasi masa depan,” ujarnya.

Sebagai simbol pemulihan lingkungan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga melakukan penanaman pohon di lahan pasca tambang dalam rangkaian peringatan Hari Bumi 2026 tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Dihantam Gelombang Saat Pulang Melaut, Kapal Nelayan Cilacap Terbalik di Teluk Penyu Sebabkan Dua ABK Tewas
Kepala Truk Masuk Rumah Warga, Penghuni Terjebak saat Trailer Mengamuk di Pasuruan
Truk Trailer Seruduk 5 Motor dan Hantam Deretan Rumah Warga di Pasuruan, Korban Tewas 4 Orang
Dalam 11 Hari Jawa Tengah Dilanda 16 Kebakaran Lahan, Kebun Tebu Jadi Lokasi Paling Rawan
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Soto, 50 Kios Pasar Modern BSB Semarang Ikut Terbakar
Kekurangan Ruang Kelas, TK ‘Aisyiyah Banguntapan Bantul Tambah Tiga Kelas Baru Lewat Bantuan Revitalisasi Rp1,41 Miliar
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dalam Enam Bulan, Mayoritas Asal China
Sidang Perdana Fadia Arafiq Dibuka, Jaksa Ungkap Dugaan ‘Setir’ Proyek Pemkab hingga Gratifikasi Rp2,89 Miliar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:09

Dihantam Gelombang Saat Pulang Melaut, Kapal Nelayan Cilacap Terbalik di Teluk Penyu Sebabkan Dua ABK Tewas

Senin, 27 Juli 2026 - 10:11

Kepala Truk Masuk Rumah Warga, Penghuni Terjebak saat Trailer Mengamuk di Pasuruan

Senin, 27 Juli 2026 - 08:58

Truk Trailer Seruduk 5 Motor dan Hantam Deretan Rumah Warga di Pasuruan, Korban Tewas 4 Orang

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:17

Dalam 11 Hari Jawa Tengah Dilanda 16 Kebakaran Lahan, Kebun Tebu Jadi Lokasi Paling Rawan

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:52

Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Soto, 50 Kios Pasar Modern BSB Semarang Ikut Terbakar

Berita Terbaru