TEGAL, KANALPLUS.ID – Kabupaten Tegal kembali menorehkan kebanggaan di dunia olahraga disabilitas. Dua atlet terbaik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tegal dipastikan akan membawa nama Indonesia di dua ajang olahraga paling bergengsi tingkat internasional pada Oktober 2026.
Mereka adalah Banyu Tri Mulyo yang akan memperkuat kontingen Merah Putih pada Asian Para Games 2026 di Jepang, serta Giri Suseno yang dipercaya membela Indonesia di CP Football World Cup 2026 di Amerika Serikat.
Keberhasilan dua atlet tersebut menembus level internasional menjadi bukti bahwa atlet disabilitas dari daerah mampu bersaing di panggung dunia melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
Wakil Ketua NPCI Kabupaten Tegal, Roby Dias Ardilas, mengatakan pencapaian Banyu dan Giri merupakan motivasi besar bagi atlet-atlet disabilitas lain di Kabupaten Tegal untuk terus meningkatkan kemampuan dan percaya diri mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Kehadiran mereka di ajang internasional menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Tegal sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet kami mampu bersaing hingga level dunia,” ujarnya, Jumat (4/8/2026).
Selain mengirim dua atlet ke kejuaraan internasional, NPCI Kabupaten Tegal juga tengah menyiapkan kontingen untuk menghadapi Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2026.
Sebelumnya sebanyak 34 atlet bersama 26 pelatih dan ofisial telah dikukuhkan sebagai kontingen Kabupaten Tegal. Pada Peparpeda, sebanyak 12 atlet akan bertanding di cabang atletik, tenis meja, dan renang, sedangkan Peparprov diikuti 22 atlet yang akan berlaga di sejumlah cabang olahraga, di antaranya atletik, tenis meja, bulu tangkis, dan catur.
Roby menargetkan Kabupaten Tegal mampu memperbaiki prestasi pada Peparprov dengan menembus peringkat 25 besar Jawa Tengah. Target tersebut meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-32.
Sementara pada Peparpeda, NPCI Kabupaten Tegal membidik posisi minimal 10 besar.
Menurut Roby, seluruh atlet telah menjalani program pembinaan dan latihan secara berkesinambungan, termasuk mengikuti pemusatan latihan tingkat provinsi agar siap menghadapi persaingan.
Pembinaan tersebut juga didukung Pemerintah Kabupaten Tegal melalui hibah sebesar Rp100 juta yang dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi atlet, pengembangan kapasitas pelatih dan ofisial, pengiriman kontingen ke berbagai kejuaraan, serta pemenuhan kebutuhan sarana olahraga.
Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman berharap keberhasilan Banyu Tri Mulyo dan Giri Suseno menembus kompetisi internasional menjadi inspirasi bagi atlet-atlet disabilitas lainnya.
Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi apabila dibarengi kerja keras, disiplin, dan semangat berlatih.
“Prestasi tidak ditentukan oleh keterbatasan seseorang, tetapi oleh semangat, kerja keras, dan tekad untuk terus berkembang. Kami berharap atlet-atlet Kabupaten Tegal dapat terus mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional,” kata Ischak.
Dengan tampilnya Banyu di Asian Para Games Jepang dan Giri di CP Football World Cup Amerika Serikat, Kabupaten Tegal kini tidak hanya mengirim atlet ke tingkat provinsi, tetapi juga menegaskan eksistensinya sebagai salah satu daerah yang mampu melahirkan atlet disabilitas berprestasi di panggung dunia.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













