DPRD Jateng Sebut Jawa Tengah ‘Supermarket Bencana’, Minta Mitigasi Tak Lagi Fokus Saat Bencana Terjadi

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jawa Tengah memiliki ancaman bencana hidrometeorologi maupun geologi membuat daerah ini membutuhkan strategi penanggulangan yang lebih preventif, Rabu (15/7/26). Foto : Istimewa

Jawa Tengah memiliki ancaman bencana hidrometeorologi maupun geologi membuat daerah ini membutuhkan strategi penanggulangan yang lebih preventif, Rabu (15/7/26). Foto : Istimewa

SEMARANG, KANALPLUS.ID – Tingginya frekuensi bencana di Jawa Tengah dinilai harus direspons dengan perubahan cara penanganan. DPRD Provinsi Jawa Tengah menilai pemerintah tidak bisa lagi hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi harus memperkuat langkah mitigasi untuk menekan risiko sejak awal.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, dalam Focus Group Discussion (FGD) Pelayanan Informasi Rawan Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah di Semarang, Rabu (15/7/2026).

Menurut Ida, karakteristik Jawa Tengah yang memiliki ancaman bencana hidrometeorologi maupun geologi membuat daerah ini membutuhkan strategi penanggulangan yang lebih preventif.

“Jawa Tengah adalah supermarket bencana. Berdasarkan evaluasi data historis kebencanaan, tantangan ke depan akan semakin kompleks akibat perubahan iklim. Karena itu paradigma harus bergeser ke pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo Minta Kepala Daerah Tak Kerahkan Warga Saat Presiden Berkunjung, Biarkan Rakyat Beraktivitas

Ia menilai penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, hingga dukungan anggaran harus berjalan beriringan agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Selain itu, Ida menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan yang menyasar kelompok rentan. Menurutnya, pemetaan kawasan rawan yang telah dimiliki BPBD perlu diikuti dengan sosialisasi secara masif kepada sekolah, perempuan, lansia, hingga penyandang disabilitas agar memiliki kesiapsiagaan saat bencana terjadi.

Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah langkah prioritas yang dinilai perlu dipercepat, di antaranya penambahan dan pemeliharaan alat Early Warning System (EWS) di kawasan rawan longsor dan banjir bandang, penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), hingga percepatan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah berisiko tinggi.

Baca Juga :  Himpun Rp24,6 Miliar, Lazismu Kabupaten Pekalongan Siapkan Empat Program Prioritas untuk Lansia, Guru dan UMKM

Dari sisi penganggaran, DPRD Jawa Tengah juga menyatakan akan mengawal pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) agar kebutuhan penanganan darurat maupun rehabilitasi pascabencana tetap tersedia dan tepat sasaran.

Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah menyatakan penguatan sistem informasi berbasis teknologi, peningkatan kapasitas personel, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko bencana dan meminimalkan jatuhnya korban jiwa.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana yang diperkirakan semakin meningkat seiring perubahan iklim dan tingginya kerawanan bencana di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru