KANAL PEKALNGAN — Kisah pasangan lansia Dayat (70) dan Darmi (63), warga Dusun Kayunan, Desa Kayugeritan, Kabupaten Pekalongan, ternyata mengundang empati masyarakat hingga ke luar daerah.
Setelah kisah mereka ramai diperbincangkan, sejumlah warga dari berbagai daerah menghubungi pemerintah desa dan mengirimkan bantuan untuk Darmi. Total donasi sementara yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp2,25 juta.
Operator DTSEN Desa Kayugeritan yang juga Kepala Dusun Kayunan, Neli Setyoningsih, mengatakan bantuan tersebut datang dari sejumlah daerah di luar Kabupaten Pekalongan.
“Alhamdulillah ada yang WA ke saya untuk memberikan sedikit rezeki atau berbagi rezeki. Itu kebanyakan dari luar kota,” ungkap Neli kepada kanalplus.id di Kantor Dinsos Kabupaten Pekalongan, Senin (31/8/2026).
Donasi tersebut antara lain berasal dari warga Bojonegoro, Yogyakarta, Lampung, Tegal, Brebes, Ponorogo dan Banten.
Menariknya, Neli menegaskan dirinya tidak pernah membuka penggalangan donasi untuk keluarga Darmi.
“Saya tidak buka donasi,” ujarnya.
Bantuan justru datang secara sukarela setelah para donatur mengetahui kondisi pasangan lansia tersebut.
Neli mengatakan seluruh bantuan yang diterima melalui dirinya akan disalurkan kepada keluarga Darmi. Penyaluran direncanakan dalam bentuk uang dan kebutuhan pokok.
Menurut Neli, bantuan tidak seluruhnya akan diberikan dalam bentuk uang. Sebagian akan dibelanjakan menjadi sembako agar bantuan tersebut bisa langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Darmi.
“Kalau melihat kondisinya, tidak mungkin saya berikan semuanya bentuk uang. Kebutuhan seperti beras, sembako dan lainnya juga akan kami penuhi,” terangnya.
Rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan langsung kepada Darmi melalui pemerintah desa. Neli juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi pasangan lansia tersebut.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban Darmi dan keluarganya, sembari pemerintah menyelesaikan proses pengaktifan kembali bantuan sosial yang sebelumnya terhenti.
Di sisi lain, persoalan bansos yang dialami Darmi kini mulai menemui titik terang. Pemerintah desa sebelumnya telah mengajukan sanggahan terkait status Darmi dalam sistem data sosial ekonomi. Sanggahan tersebut kini telah disetujui Pusdatin.
Neli mengatakan setelah sanggahan diterima, Darmi dapat kembali diusulkan sebagai penerima bantuan sosial.
“Kesimpulannya, sampai saat ini perkembangannya untuk Ibu Darmi alhamdulillah sudah disetujui untuk sanggahannya oleh Pusdatin dan tinggal menunggu notifikasi bansosnya turun,” jelasnya.
Pemerintah desa selanjutnya akan mengusulkan kembali Darmi melalui aplikasi DTSEN pada periode pengusulan awal bulan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno menambahkan pihaknya akan terus mengikuti proses tersebut. Setelah pemerintah desa mengajukan kembali, Dinsos akan melakukan approval untuk diteruskan dalam mekanisme berikutnya.
“Pemerintah juga akan melakukan verifikasi ulang melalui petugas pendamping agar data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan,” bebernya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran operator desa, status Darmi saat ini masih tercatat dalam desil 1.
Persoalan pinjaman yang menggunakan identitas Darmi juga disebut tidak mengubah posisi desilnya.
Dengan bantuan masyarakat yang mulai berdatangan dan proses pemulihan bansos yang berjalan, keluarga Dayat dan Darmi kini perlahan mendapatkan perhatian dan dukungan yang sebelumnya tidak mereka dapatkan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













