Pekalongan Jadi Pilot Project Food Bank Indonesia, Salurkan Makanan Surplus untuk Lansia hingga ODGJ

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 15:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tim relawan dari Food Bank Indonesia di Kota Pekalongan menyerahkan makanan dalam kemasan kotak transparan kepada lansia dan pengurus RPSBM dalam uji coba distribusi, Senin (25/5/26).

Tim relawan dari Food Bank Indonesia di Kota Pekalongan menyerahkan makanan dalam kemasan kotak transparan kepada lansia dan pengurus RPSBM dalam uji coba distribusi, Senin (25/5/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Gerakan kemanusiaan berbasis pangan muncul di Kota Pekalongan. Kota ini dipilih menjadi daerah percontohan atau pilot project dari Food Bank Indonesia, sebuah program sosial yang berfokus menyelamatkan makanan surplus agar dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan. Program ini baru berjalan pada awal Mei 2026 dan saat ini masih memasuki tahap uji coba.

Direktur Eksekutif Food Bank Indonesia, Dio Samudra, mengatakan gerakan awalnya diinisiasi oleh Prof Dr Ahmad Subagyo yang merupakan akademisi sekaligus guru besar dan dewan pembina gerakan sosial Food Bank.

Menurutnya, program Food Bank hadir karena masih banyak makanan berlebih dari sejumlah sektor yang sebenarnya masih layak konsumsi namun belum terdistribusi secara optimal.

“Inisiasi ini muncul karena melihat banyak makanan surplus atau kelebihan produksi yang bisa dialokasikan kepada masyarakat membutuhkan, termasuk lansia, ODGJ, dan warga kurang mampu,” katanya kepada kanalplus.id, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Food Bank Indonesia mulai menyusun sistem pengelolaan mulai dari blueprint, standar operasional prosedur (SOP), hingga teknis distribusi makanan.

“Sekarang ini masih tahap penyusunan sistem dan uji coba. Memang masih banyak evaluasi yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Dalam pengembangannya nanti, Food Bank Indonesia berencana membangun pusat pengelolaan makanan dan dapur khusus untuk mengolah makanan surplus agar lebih layak dan menarik sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Santri Mengaji di Pekalongan Barat Dilaporkan ke Polisi, Korban Disebut Lebih dari 10 Anak

Sumber makanan surplus tersebut rencananya berasal dari sejumlah pihak seperti hotel maupun penyedia makanan lainnya.

“Kami ingin makanan surplus tersebut bisa dikelola lebih baik sehingga lebih bermanfaat dan tampilannya juga lebih menarik saat diterima masyarakat,” jelas Dio.

Selain menjalankan uji coba di Pekalongan, pihaknya juga mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga dan instansi, termasuk pemerintah daerah, untuk mendukung pengembangan program tersebut.

Sementara itu inisiator Food Bank Indonesia, Ahmad Subagyo, mengatakan saat ini program masih berjalan dengan pola sederhana agar mudah diterapkan oleh relawan dan pengelola di lapangan.

“Untuk tahap awal, kami ambil jalur paling pendek dulu, dari sumber langsung ke penerima manfaat supaya teman-teman bisa meng-handle dengan cara yang sederhana,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, konsep awal Food Bank saat ini masih sebatas menyalurkan makanan surplus secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun ke depan, pihaknya ingin membangun sistem distribusi yang lebih terorganisir.

Ia membayangkan nantinya akan ada titik pengambilan makanan, sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa datang langsung mengambil bantuan pangan tersebut.

“Nanti kalau sudah berkembang, masyarakat bisa mengambil sendiri di titik tertentu. Bukan lagi didatangi,” katanya.

Namun konsep tersebut membutuhkan proses lebih panjang karena makanan siap saji memiliki keterbatasan waktu konsumsi.

“Durasi makanan supaya gizinya tidak berkurang atau basi itu cuma sekitar empat jam. Jadi memang harus cepat sekali,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Dikagetkan Pria Bersimbah Darah Minta Tolong, Korban Alami Banyak Luka Tusuk

Karena itu, Food Bank ke depan tidak hanya berfungsi sebagai penyalur, tetapi juga pengolah makanan surplus, khususnya bahan baku berlebih dari dapur penyedia makanan.

Menurut Subagyo, langkah tersebut belum bisa dijalankan sepenuhnya karena masih membutuhkan regulasi dan rekomendasi resmi dari pemerintah.

“Dapur tidak bisa serta-merta memberikan kelebihan makanan tanpa dasar regulasi. Itu yang sekarang sedang kami upayakan di pusat,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya memilih tetap menjalankan gerakan tersebut secara bertahap dengan pendekatan sukarela atau voluntary sambil membangun komunikasi dengan para pemilik dapur dan penyedia makanan.

Saat ini, program baru bekerja sama dengan satu dapur penyedia makanan. Food Bank Indonesia juga mulai membuka komunikasi dengan dapur-dapur lainnya agar jaringan distribusi makanan surplus dapat diperluas.

“Kami tidak bisa memaksa karena semuanya masih berbasis kesukarelaan. Jadi pendekatannya masih komunikasi personal, apakah mereka berkenan jika ada kelebihan makanan untuk kami bantu salurkan,” katanya.

Subagyo menegaskan gerakan yang sedang berjalan saat ini belum ditujukan sebagai peluncuran resmi, melainkan masih tahap percobaan dan pengenalan awal kepada masyarakat.

“Ini masih trial dan perkenalan awal dulu,” pungkasnya.

Food Bank Indonesia berharap gerakan ini dapat menjadi solusi pengurangan kelebihan makanan sekaligus membantu masyarakat rentan mendapatkan akses pangan yang layak.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus
2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi
Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi
DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran
Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos
TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda
Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai
Lazismu Pekalongan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha untuk 16 Pelaku UMKM

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:01 WIB

2.500 Warga Pekalongan Usulkan Bedah Rumah, Baru 317 yang Terverifikasi

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Peserta Lomba Hadroh Al-Banjari Tingkat Kota Pekalongan Menurun, Panitia Siapkan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WIB

DLH Pekalongan Siapkan Mitigasi Cegah TPA Degayu Terbakar, 47 Persen Zona Pasif Ditutup Geomembran

Jumat, 4 September 2026 - 10:29 WIB

Dinsos Kota Pekalongan Ungkap 3.280 Penerima Bansos Dicoret dari Daftar Kemensos

Jumat, 4 September 2026 - 09:53 WIB

TPS 3R Mataram Asri Dioperasikan, Pemkot Pekalongan Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Setda

Berita Terbaru