SPPG Pecalungan Disidak, DPRD Batang Temukan Banyak Pelanggaran Standar Mulai dari Lalat hingga Drainase

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Komisi IV DPRD Kabupaten Batang melakukan sidak ke dapur SPPG Pecalungan dan menemukan berbagai persoalan mulai dari banyaknya lalat hingga drainase dan sanitasi yang buruk, Selasa (5/5/26).

Komisi IV DPRD Kabupaten Batang melakukan sidak ke dapur SPPG Pecalungan dan menemukan berbagai persoalan mulai dari banyaknya lalat hingga drainase dan sanitasi yang buruk, Selasa (5/5/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang kembali menjadi sorotan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pecalungan dinilai belum memenuhi standar kelayakan operasional setelah ditemukan sejumlah persoalan krusial saat inspeksi mendadak (sidak).

Sidak dilakukan Komisi IV DPRD Kabupaten Batang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan setempat pada Selasa, 5 Mei 2026. Hasilnya, berbagai temuan di lapangan mengindikasikan fasilitas tersebut belum siap digunakan untuk menunjang program strategis pemerintah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Batang, Tofani Dwi Arianto, mengungkapkan bahwa lokasi SPPG yang berada dekat peternakan ayam menjadi salah satu sumber persoalan utama. Kondisi itu menyebabkan banyaknya lalat yang masuk hingga ke area dapur.

“Kami menemukan lalat tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam bangunan, termasuk di dapur, meskipun saat itu tidak ada aktivitas memasak,” ujarnya di sela peninjauan.

Baca Juga :  Ban Meletus di Jalur Pantura Batang, Truk Kontainer Tersangkut Dahan Trembesi

Tak hanya soal kebersihan, aspek teknis bangunan juga dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis dari BGN. Lantai dapur, misalnya, hanya dilapisi cat biasa, bukan menggunakan bahan epoksi sebagaimana standar yang ditetapkan.

“Catnya sudah banyak yang pudar, bahkan terlihat bagian lantai aslinya. Ini jelas tidak sesuai ketentuan,” tambah Tofani.

Temuan lain datang dari anggota Komisi IV, Hanif AR, yang menyoroti sistem drainase dapur. Ia menyebut saluran pembuangan hanya menggunakan plesteran biasa, bukan material stainless steel seperti yang diwajibkan.

“Di beberapa SPPG lain, drainase menggunakan bahan stainless. Di sini hanya plester biasa. Ini sangat janggal bisa lolos rekomendasi operasional,” tegasnya.

Kondisi tersebut juga diakui oleh Koordinator SPPI Badan Gizi Nasional Korwil Batang, Puji Lestari. Ia menyebut masih banyak aspek yang perlu diperbaiki sebelum SPPG tersebut benar-benar layak digunakan.

Baca Juga :  Batang Siapkan Mesin Pengolah Sampah Rp50 Miliar, Sembilan Kecamatan Tak Lagi Bergantung pada Penumpukan TPA

“Memang masih perlu banyak pembenahan di beberapa bagian,” ungkapnya.

Di sisi lain, Koordinator SPPI Kecamatan Pecalungan, Deni Sanjaya, menjelaskan bahwa keberadaan peternakan ayam sudah lebih dulu ada sebelum pembangunan SPPG. Ia menyebut pihak pengelola, Yayasan Titian Kasih Magelang, sebenarnya telah melakukan survei lokasi sebelumnya.

“Waktu survei, kandang tertutup terpal hitam sehingga tidak terlihat. Selain itu, pemilik bukan warga lokal, jadi kemungkinan tidak mengetahui ada peternakan di sekitar lokasi,” jelas Deni.

Dengan berbagai temuan tersebut, DPRD Batang mendorong adanya evaluasi menyeluruh sebelum SPPG Pecalungan diizinkan beroperasi, guna memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai standar kesehatan dan kelayakan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru

Kesibukan kru dalam produksi film di sebuah studio besar. Foto: Ilustrasi AI

Hiburan

10 Pusat Produksi Film Terbesar Dunia

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:10 WIB