Ribuan Jemaah dan Santri Padati Jalan Kauman Pekalongan, Kirab Maulid Diwarnai Bendera Palestina

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 15:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Anggota DPR RI Rizal Bawazier (tengah) saat menuju ke lokasi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kauman Ledok, Jumat (18/9/26).

Anggota DPR RI Rizal Bawazier (tengah) saat menuju ke lokasi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kauman Ledok, Jumat (18/9/26).

KANAL KOTA — Ribuan jemaah dan santri memadati kawasan Kauman, Kota Pekalongan, saat mengikuti Kirab Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (18/9/2026).

Kirab dimulai dari Masjid Jami Kauman selepas salat Jumat. Ribuan peserta berjalan bersama rombongan Habib Idrus Bin Alwy Al Bahr menyusuri Jalan KH Wahid Hasyim menuju kediamannya di kawasan Kauman Ledok.

Peserta yang didominasi jemaah dan santri mengenakan busana muslim, banyak di antaranya berpakaian putih. Mereka membawa berbagai bendera dan panji majelis sepanjang perjalanan.

Salah satu yang mencolok adalah bendera Palestina berukuran besar yang dibawa di tengah rombongan. Selain itu, terlihat bendera Merah Putih, bendera bertuliskan Aktivis Ledok, serta panji-panji Majelis Habib Idrus.

Kirab juga berlangsung semarak dengan iringan Marching Band Ledok binaan Habib Idrus. Musik marching band berpadu dengan lantunan sholawat sepanjang perjalanan sekitar satu kilometer dari Masjid Jami Kauman menuju Kauman Ledok.

Kepadatan peserta bahkan membuat ruas jalan sepanjang rute kirab dipenuhi jemaah.

Di antara ribuan peserta, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Rizal Bawazier turut mengikuti kirab. Ia memilih berjalan dan membaur bersama jemaah serta santri.

Baca Juga :  Festival Hadroh Al-Banjari dan Rebana Kembali Digelar, Tahun Ini Naik Level Jadi Wali Kota Pekalongan Cup

Rizal mengatakan dirinya berupaya menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Habib Idrus di Kota Pekalongan setiap tahun.

“Setiap kali ke Pekalongan saya selalu merasa pulang ke rumah sendiri. Termasuk dalam peringatan Maulid di Habib Idrus,” kata Rizal di sela kegiatan.

Menurut dia, banyaknya masyarakat yang mengikuti kirab menunjukkan kuatnya kehidupan keagamaan sekaligus kebersamaan warga Kota Pekalongan.

Kirab Maulid Habib Idrus ini menunjukkan bahwa Kota Pekalongan adalah kota yang bertoleransi. Hal itu tampak dari banyaknya yang hadir,” ujarnya.

Rizal mengajak masyarakat mempertahankan kebersamaan di tengah kehidupan sosial yang beragam. Menurutnya, perbedaan agama maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat terpecah.

“Yang penting sekarang ini adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan. Umat Islam, umat agama lain, semuanya harus dijaga. Jangan mau dipecah-pecah. Kalau masyarakatnya bersama, kotanya berkah,” terangnya.

Baca Juga :  Ribuan Jamaah Padati Haul Mbah Adipati Bojong, Gus Muwafik Ingatkan Pentingnya Berguru pada Ulama Bersanad

Ia menambahkan, kehidupan sosial yang kondusif juga membutuhkan peran pemerintah daerah dalam menjaga kondisi masyarakat.

“Sekarang Pemda juga sedang berupaya merapikan agar kehidupan sosial bisa kembali normal seperti sedia kala,” tuturnya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, rombongan tiba di kediaman Habib Idrus Bin Alwy Al Bahr.

Ribuan jemaah kemudian memenuhi kawasan sekitar lokasi untuk mengikuti majelis sholawat dan pengajian akbar.

Padatnya peserta membuat sebagian jemaah tidak dapat masuk ke lokasi utama. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dari jalan dan kawasan di sekitar kediaman Habib Idrus.

Bagi Rizal, kehadirannya dalam peringatan Maulid tersebut juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Pekalongan.

“Doakan saya tiap tahun bisa hadir. Ini momen penting bagi saya karena selain sebagai tradisi kebaikan, juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat persatuan,” ungkapnya.

Ia mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian Maulid Nabi.

“Sejuk dan adem melihat hal yang seperti ini. Sungguh peringatan Maulid Nabi di Kota Pekalongan patut dicontoh,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid-Masjid Tertua di Luar Arab Saudi, Seberapa Jauh Usianya Jika Dibandingkan dengan Sejarah Nusantara?
Festival Hadroh Al-Banjari dan Rebana Kembali Digelar, Tahun Ini Naik Level Jadi Wali Kota Pekalongan Cup
Beri Tausiyah Maulid dan Haul di Kota Pekalongan, Mbah Ubed Sentil Pejabat Korupsi Serta Singgung Tambang
KH Muhammad Saifuddin Amirin Sebut Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni, tapi Harus Diamalkan
Puluhan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Pekalongan, Maulid Akbar Habib Luthfi Digelar 20 September
Gerakan RRM Muncul di Tegal, Punya Relawan Rutin Bersihkan Masjid di 27 Daerah
Gereja Pertama di KEK Industropolis Batang Siap Dibangun, Begini Penjelasan Kemenag
Ribuan Jamaah Padati Haul Mbah Adipati Bojong, Gus Muwafik Ingatkan Pentingnya Berguru pada Ulama Bersanad

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:50 WIB

Ribuan Jemaah dan Santri Padati Jalan Kauman Pekalongan, Kirab Maulid Diwarnai Bendera Palestina

Kamis, 3 September 2026 - 06:10 WIB

Masjid-Masjid Tertua di Luar Arab Saudi, Seberapa Jauh Usianya Jika Dibandingkan dengan Sejarah Nusantara?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Festival Hadroh Al-Banjari dan Rebana Kembali Digelar, Tahun Ini Naik Level Jadi Wali Kota Pekalongan Cup

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Beri Tausiyah Maulid dan Haul di Kota Pekalongan, Mbah Ubed Sentil Pejabat Korupsi Serta Singgung Tambang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:01 WIB

KH Muhammad Saifuddin Amirin Sebut Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni, tapi Harus Diamalkan

Berita Terbaru