KANAL KOTA — Ribuan jemaah dan santri memadati kawasan Kauman, Kota Pekalongan, saat mengikuti Kirab Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (18/9/2026).
Kirab dimulai dari Masjid Jami Kauman selepas salat Jumat. Ribuan peserta berjalan bersama rombongan Habib Idrus Bin Alwy Al Bahr menyusuri Jalan KH Wahid Hasyim menuju kediamannya di kawasan Kauman Ledok.
Peserta yang didominasi jemaah dan santri mengenakan busana muslim, banyak di antaranya berpakaian putih. Mereka membawa berbagai bendera dan panji majelis sepanjang perjalanan.
Salah satu yang mencolok adalah bendera Palestina berukuran besar yang dibawa di tengah rombongan. Selain itu, terlihat bendera Merah Putih, bendera bertuliskan Aktivis Ledok, serta panji-panji Majelis Habib Idrus.
Kirab juga berlangsung semarak dengan iringan Marching Band Ledok binaan Habib Idrus. Musik marching band berpadu dengan lantunan sholawat sepanjang perjalanan sekitar satu kilometer dari Masjid Jami Kauman menuju Kauman Ledok.
Kepadatan peserta bahkan membuat ruas jalan sepanjang rute kirab dipenuhi jemaah.
Di antara ribuan peserta, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Rizal Bawazier turut mengikuti kirab. Ia memilih berjalan dan membaur bersama jemaah serta santri.
Rizal mengatakan dirinya berupaya menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Habib Idrus di Kota Pekalongan setiap tahun.
“Setiap kali ke Pekalongan saya selalu merasa pulang ke rumah sendiri. Termasuk dalam peringatan Maulid di Habib Idrus,” kata Rizal di sela kegiatan.
Menurut dia, banyaknya masyarakat yang mengikuti kirab menunjukkan kuatnya kehidupan keagamaan sekaligus kebersamaan warga Kota Pekalongan.
“Kirab Maulid Habib Idrus ini menunjukkan bahwa Kota Pekalongan adalah kota yang bertoleransi. Hal itu tampak dari banyaknya yang hadir,” ujarnya.
Rizal mengajak masyarakat mempertahankan kebersamaan di tengah kehidupan sosial yang beragam. Menurutnya, perbedaan agama maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat terpecah.
“Yang penting sekarang ini adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan. Umat Islam, umat agama lain, semuanya harus dijaga. Jangan mau dipecah-pecah. Kalau masyarakatnya bersama, kotanya berkah,” terangnya.
Ia menambahkan, kehidupan sosial yang kondusif juga membutuhkan peran pemerintah daerah dalam menjaga kondisi masyarakat.
“Sekarang Pemda juga sedang berupaya merapikan agar kehidupan sosial bisa kembali normal seperti sedia kala,” tuturnya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, rombongan tiba di kediaman Habib Idrus Bin Alwy Al Bahr.
Ribuan jemaah kemudian memenuhi kawasan sekitar lokasi untuk mengikuti majelis sholawat dan pengajian akbar.
Padatnya peserta membuat sebagian jemaah tidak dapat masuk ke lokasi utama. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dari jalan dan kawasan di sekitar kediaman Habib Idrus.
Bagi Rizal, kehadirannya dalam peringatan Maulid tersebut juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Pekalongan.
“Doakan saya tiap tahun bisa hadir. Ini momen penting bagi saya karena selain sebagai tradisi kebaikan, juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat persatuan,” ungkapnya.
Ia mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat mengikuti rangkaian Maulid Nabi.
“Sejuk dan adem melihat hal yang seperti ini. Sungguh peringatan Maulid Nabi di Kota Pekalongan patut dicontoh,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












