Aksi Viral Karnaval Pekalongan Bikin Heboh, Lurah Simbangkulon Akui Pemerintah Kecolongan

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 13:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lurah Simbangkulon Agatha Franky Irawan kepada wartawan mengakui pihaknya kecolongan terkait aksi teatrikal yang dikaitkan dengan ritual satanik, Senin (14/9/26).

Lurah Simbangkulon Agatha Franky Irawan kepada wartawan mengakui pihaknya kecolongan terkait aksi teatrikal yang dikaitkan dengan ritual satanik, Senin (14/9/26).

KANAL PEKALONGAN – Viral aksi teatrikal dalam Simbangkulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan membuat pemerintah setempat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Lurah Simbangkulon, Agatha Franky Irawan, secara terbuka mengakui pemerintah kecolongan dalam mengantisipasi penampilan peserta yang kemudian menuai kontroversi.

Menurut Franky, SKNC sebenarnya telah digelar sebanyak empat kali. Namun, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun ini jauh lebih besar dibandingkan perkiraan.

“Ini sudah yang keempat kali. Terus kemudian biasanya tidak seheboh dan semeriah ini,” ungkap Franky saat mendampingi panitia memberikan klarifikasi, Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  Kotak Amal di Jembatan Garuda Merah Putih Mulai Disiapkan, DPRD Ingatkan Jangan Berujung Pungli

Pemerintah awalnya, kata dia, memperkirakan jumlah penonton akan seperti tahun sebelumnya.

“Jujur, perkiraan kami akan seperti tahun kemarin dan tahun kemarin tidak sebesar ini,” ujarnya.

Besarnya antusiasme masyarakat membuat pelaksanaan karnaval berlangsung lebih meriah. Namun di tengah kemeriahan itu muncul penampilan yang kemudian viral.

Franky mengakui salah satu persoalan yang perlu dievaluasi adalah pengawasan terhadap materi penampilan peserta.

“Makanya harapan kami nanti panitia harus tahu penampilannya itu akan seperti apa sebelum melaksanakan perform,” terangnya.

Dia mengatakan pemerintah akan menggali lebih jauh kronologi maupun materi pertunjukan yang ditampilkan.

Baca Juga :  Kredit BKK Tercatat Macet, Sekretaris Gerindra Pekalongan Dipanggil Kejati

“Kita sedang mendalami lagi apa saja yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan hasil klarifikasi kepada atasannya sebagai bahan evaluasi pelaksanaan SKNC berikutnya.

Franky menegaskan permintaan maaf juga disampaikan kepada masyarakat yang merasa tersinggung atau menilai penampilan tersebut tidak mencerminkan budaya masyarakat setempat.

“Kami selaku aparatur pemerintahan meminta maaf sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada masyarakat atas mungkin ada yang tersinggung, mungkin merasa itu bukan budaya kita,” tutupnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru