KANAL PEKALONGAN – Bau busuk menyengat mengantarkan seorang petani di Dukuh Semampir, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, menemukan jasad pria lanjut usia di area lahan Perhutani, Jumat (11/9/2026) pagi.
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Sebagian tubuh korban sudah membusuk dan bagian lainnya mengering hingga menyisakan tulang-belulang.
Mayat pertama kali ditemukan Casdi (50), petani setempat yang hendak berangkat bekerja. Saat melintas di sekitar lokasi, ia mencium bau tidak sedap yang sangat menyengat.
Curiga dengan sumber bau tersebut, Casdi kemudian mencari di sekitar lokasi. Ia sontak menemukan sesosok jasad pria dalam kondisi membusuk di area lahan Perhutani.
“Setelah mengecek lingkungan sekitar untuk mencari sumber bau, saksi menemukan sesosok mayat dalam keadaan membusuk di area lahan Perhutani,” terang Kasi Humas Iptu Suwarti, Jumat (11/9/2026).
Casdi kemudian memanggil Tamprin (41), warga yang kebetulan melintas di dekat lokasi. Keduanya selanjutnya melaporkan penemuan tersebut kepada perangkat desa.
Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Kesesi. Polisi bersama Unit INAFIS Satreskrim Polres Pekalongan dan tim medis RSUD Kajen mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad.
Menurut Iptu Suwarti, lokasi penemuan jasad berada cukup jauh dari permukiman warga.
Berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Kajen, korban diperkirakan merupakan laki-laki berusia sekitar 60 tahun dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan hem kotak-kotak warna merah, celana kain pendek, serta sarung bermotif kotak-kotak warna kuning.
Namun, kondisi tubuh korban sudah sangat memprihatinkan. Sebagian besar jasad telah mengering. Kulit dan daging pada bagian tangan serta kaki telah hilang hingga menyisakan tulang.
“Kedua telapak kaki serta bagian siku hingga telapak tangan sudah tidak ada,” jelasnya.
Identitas korban hingga kini belum diketahui. Polisi tidak menemukan kartu identitas maupun barang yang dapat menunjukkan nama dan asal-usul pria tersebut.
Warga sekitar mengaku pernah melihat sosok pria tersebut berada di jalanan Dukuh Semampir sekitar sebulan sebelum ditemukan meninggal.
Pria itu disebut beberapa kali terlihat mengemis atau meminta makanan kepada warga. Namun, tidak ada warga yang mengetahui identitas maupun dari mana pria tersebut berasal.
Polisi menduga pria tersebut merupakan orang terlantar yang meninggal dunia karena sakit saat berada di sekitar lahan Perhutani.
“Dugaan sementara korban merupakan orang terlantar atau gelandangan. Karena identitasnya tidak ditemukan,” ujar Iptu Suwarti.
Setelah pemeriksaan medis selesai, jasad pria tersebut kemudian dimakamkan di pemakaman wilayah Dukuh Semampir, Desa Kesesi.
Polisi masih mencatat penemuan tersebut sebagai mayat tanpa identitas. Tidak ditemukan informasi mengenai keluarga atau pihak yang mengetahui keberadaan korban sebelum meninggal.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













