Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Atlet cabor tenis lapangan Rafas (12) bawa pulang emas pada pekan POPDA Jateng 2026. Foto: Istimewa

Atlet cabor tenis lapangan Rafas (12) bawa pulang emas pada pekan POPDA Jateng 2026. Foto: Istimewa

KANAL BANJARNEGARA – Usianya baru 12 tahun. Namun, target yang dipasang Rafas Putra Adina Ramadana sudah jauh ke depan, yakni menjadi bagian dari tim nasional tenis Indonesia.

Keinginan itu semakin kuat setelah siswa kelas VI SD Muhammadiyah tersebut berhasil menyabet medali emas tenis lapangan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.

Rafas meraih emas setelah mengalahkan wakil Pati dalam pertandingan yang berlangsung pada 1-6 September 2026.

Perjalanan menuju podium juara tidak sepenuhnya mulus. Dalam pertandingan perebutan medali, Rafas sempat dilanda gugup. Terik matahari juga menjadi tantangan tersendiri karena membuat pandangannya terganggu.

“Deg-degan, takut. Terus terlalu panas mataharinya,” ujar Rafas, Senin (7/9/2026).

Namun, tekanan tersebut tidak membuat permainannya goyah. Rafas tetap mengandalkan teknik yang selama ini diasah dalam latihan, seperti forehand, backhand dan slice.

Persiapan menghadapi POPDA Jateng dilakukan selama sekitar dua bulan. Setiap hari, Rafas menjalani latihan di Kepatihan, Banjarnegara, bersama ayahnya yang sekaligus menjadi pelatih.

“Bapak disiplin,” ucap Rafas.

Kecintaan Rafas terhadap tenis bermula dari ajakan sang ayah. Dari awalnya sekadar mencoba, olahraga tersebut kemudian menjadi aktivitas yang ditekuni secara serius.

Baca Juga :  Sepekan Dipindah dari Semarang Zoo, Harimau Putih Anggun Mati di Kebun Binatang Sumut

Ia mulai mengikuti berbagai kejuaraan dan mengumpulkan pengalaman bertanding, termasuk di SKNAS hingga kompetisi tingkat nasional.

Medali emas POPDA Jateng menjadi pencapaian penting dalam perjalanan tersebut. Tetapi bagi Rafas, prestasi itu bukan garis akhir.

“Mau jadi timnas, pengin membanggakan Indonesia,” ungkapnya.

Untuk mengejar target tersebut, Rafas menyadari masih banyak yang harus diperbaiki. Latihan harus terus ditingkatkan, tidak hanya untuk mengasah teknik, tetapi juga membangun kekuatan fisik.

Ia pun memiliki pesan sederhana bagi atlet pelajar lain yang ingin mengejar prestasi.

“Disiplin, kerja keras dan berdoa,” katanya.

Satu medali emas di usia 12 tahun menjadi modal awal. Perjalanan Rafas untuk bisa menembus level nasional hingga akhirnya mengenakan seragam timnas masih panjang.

Namun, arah yang ingin dituju sudah jelas yaitu terus berlatih, naik level dan suatu hari membawa nama Indonesia melalui tenis lapangan.

Emas yang diraih Rafas turut menyumbang catatan prestasi Banjarnegara dalam POPDA Jateng 2026.

Baca Juga :  Sumur Minyak Peninggalan Belanda di Kendal Kembali Aktif, Warga Kini Ikut Nikmati Dampaknya

Secara keseluruhan, Banjarnegara mengakhiri kompetisi di peringkat ke-20 dengan koleksi 6 emas, 11 perak dan 20 perunggu.

Dari wilayah eks Karesidenan Banyumas, Kabupaten Banyumas menjadi kontingen dengan posisi tertinggi. Banyumas menempati peringkat keempat dengan 28 emas, 30 perak dan 43 perunggu.

Kabupaten Cilacap berada di posisi kedelapan dengan 16 emas, 20 perak dan 26 perunggu. Sementara Purbalingga berada di peringkat ke-29 dengan 3 emas, 13 perak dan 14 perunggu.

Adapun Kota Semarang menjadi juara umum dengan 99 emas, 58 perak dan 58 perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 56 emas, 41 perak dan 62 perunggu, sedangkan Kota Salatiga berada di posisi ketiga dengan 30 emas, 19 perak dan 27 perunggu.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan pembinaan atlet pelajar di Jawa Tengah.

Bagi Banjarnegara, enam emas yang diraih menjadi modal sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan atlet muda. Di tengah persaingan tersebut, munculnya Rafas menjadi salah satu gambaran bahwa potensi atlet masa depan bisa mulai dibangun sejak usia sekolah dasar.

Penulis : Pujud Andriastanto

Editor : Achmad Udin

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Festival Kopi DCF 2026 Bukukan Kontrak Pesanan Rp15 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru