Konten Demi Hoaks, Pemuda di Pekalongan Rekayasa Jadi Korban Begal Pakai Properti Samurai dan Potongan Ibu Jari Berujung Urusan Polisi

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bayu Wibowo (19) saat dicegat wartawan di Lobi Mapolres Pekalongan usia pemeriksaan dugaan penyebaran hoaks, Senin (3/8/26).

Bayu Wibowo (19) saat dicegat wartawan di Lobi Mapolres Pekalongan usia pemeriksaan dugaan penyebaran hoaks, Senin (3/8/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Keinginan membuat konten yang dianggap menarik di media sosial justru membawa seorang pemuda di Kabupaten Pekalongan berurusan dengan polisi. Video yang mengisahkan dirinya menjadi korban pembegalan bersenjata tajam ternyata hanyalah rekayasa.

Dalam video yang viral di Facebook pada Minggu (2/8/2026), pemuda bernama Bayu Wibowo mengaku menjadi korban pembegalan di Dukuh Sigalung Lor, Desa Wringinagung, Kecamatan Doro. Ia bahkan memperlihatkan benda yang disebut sebagai potongan jari pelaku, sebilah samurai serta menceritakan aksi perlawanan hingga melukai pelaku.

Video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu keresahan masyarakat karena dianggap sebagai peristiwa kriminal yang benar-benar terjadi. Namun, penyelidikan Polisi justru menemukan fakta berbeda.

Petugas yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak menemukan bekas kecelakaan, ceceran darah, kerusakan pada helm maupun sepeda motor sebagaimana diceritakan dalam video.

Baca Juga :  Sudah Berstatus Tersangka, Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Pekalongan Belum Ditahan, Polisi : Sedang Lengkapi Bukti

Penyidik kemudian menemukan potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari di selokan depan rumah Bayu. Polisi juga menemukan tinta hijau yang digunakan sebagai properti agar terlihat seperti darah ketika video diedit menjadi hitam putih.

Tak hanya itu, sebilah samurai yang disebut sebagai milik pelaku pembegalan ternyata merupakan milik Bayu sendiri yang disimpan di gudang rumahnya.

Polisi juga menemukan jaket dengan sobekan yang diduga sengaja dibuat agar tampak seperti bekas sabetan senjata tajam, meski tidak ditemukan luka pada tubuh pembuat video.

Dari hasil pemeriksaan, Bayu akhirnya mengakui seluruh cerita dalam video tersebut merupakan rekayasa. Ia mengaku tidak pernah menjadi korban pembegalan. Potongan jari yang ditampilkan bukan jari manusia, melainkan wortel yang dibentuk menyerupai jempol.

Usai pemeriksaan, Bayu mengakui perbuatannya dan menyatakan siap menghadapi konsekuensi hukum bila nanti kasusnya diproses lebih lanjut oleh polisi.

Baca Juga :  Berawal dari Umpatan Saat Pesta Miras, Penusukan di Kuripan Kertoharjo Ternyata Libatkan Dua Korban

“Menyesal, Mas. Tapi siap ketika nanti diproses penyebaran informasi hoaks,” ujarnya dengan wajah lemas dihadapan wartawan, Senin (3/8/2026).

Saat ditanya mengenai isu dirinya merupakan anggota gangster, Bayu langsung membantah.

“Enggak, enggak, enggak,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi juga memastikan Bayu tidak pernah tergabung dalam kelompok gangster.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebilah samurai beserta sarungnya, potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari, jaket hoodie yang disobek, tinta hijau, video yang diunggah ke media sosial, dokumentasi olah TKP serta sepeda motor yang digunakan dalam pembuatan narasi.

Saat ini Polres Pekalongan masih mendalami dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong atau informasi menyesatkan melalui media elektronik. Penyidik juga akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil Otopsi Belum Keluar, Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi soal Penyebab Kematian Alfian
Misteri Kematian Siswa Baru SMPN 4 Randudongkal Belum Terungkap, Polisi Dalami Dugaan Perundungan dan Tunggu Hasil Otopsi
Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian Pemuda di Karangdadap, Hasil Laboratorium Forensik Jadi Penentu
Bus Antar Kota Disusupi Kurir Sabu, Kondektur di Semarang Ditangkap Saat Bertugas di Gerbang Tol Banyumanik
Pelaku Hoaks Pembegalan Palsu Minta Maaf, Dalami Unsur Pidana
Polisi Ungkap Motif Pembuat Video Hoaks Korban Pembegalan Hanya Ingin Terlihat Keren di Mata Teman
Bikin Heboh Pekalongan, Pembuat Konten Vidio Korban Begal Ngaku ‘Random Saja’
Konten Hoaks Korban Begal di Pekalongan Sempat Dibuat Status WA, Pelaku Tak Sadar Vidio Viral dan Menyebar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Hasil Otopsi Belum Keluar, Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi soal Penyebab Kematian Alfian

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Misteri Kematian Siswa Baru SMPN 4 Randudongkal Belum Terungkap, Polisi Dalami Dugaan Perundungan dan Tunggu Hasil Otopsi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Polisi Belum Simpulkan Penyebab Kematian Pemuda di Karangdadap, Hasil Laboratorium Forensik Jadi Penentu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:38 WIB

Bus Antar Kota Disusupi Kurir Sabu, Kondektur di Semarang Ditangkap Saat Bertugas di Gerbang Tol Banyumanik

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Pelaku Hoaks Pembegalan Palsu Minta Maaf, Dalami Unsur Pidana

Berita Terbaru