BATANG, KANALPLUS.ID – Minat investor terhadap proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kabupaten Batang terbilang tinggi. Sebanyak 22 peserta, terdiri dari 20 perusahaan dan dua konsorsium, mengikuti proses lelang proyek senilai Rp143,8 miliar yang kini memasuki tahap transaksi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, mengatakan para peserta saat ini telah memasuki tahapan aanwijzing atau penjelasan proyek sebelum menyusun dokumen penawaran.
“Hari ini peserta mengikuti aanwijzing. Ada 22 peserta, terdiri atas 20 perusahaan tunggal dan dua konsorsium,” kata Bagus di Kantornya, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan lampu jalan, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan sistem kota pintar (smart city) di Kabupaten Batang.
Melalui proyek ini, sebanyak 8.937 lampu akan dipasang pada 8.100 titik di jalan kabupaten maupun jalan lingkungan. Selain itu, pemerintah juga akan melengkapi jaringan tersebut dengan berbagai perangkat digital, seperti 123 CCTV, 10 sensor kualitas udara, sembilan sensor banjir, 19 papan informasi elektronik (running text), serta 220 unit smart metering.
Menurut Bagus, penerapan teknologi smart metering diperkirakan mampu mengurangi beban pembayaran listrik penerangan jalan hingga sekitar Rp6 miliar per tahun karena seluruh jaringan nantinya telah menggunakan sistem meterisasi yang lebih akurat.
“Efisiensi itu menjadi salah satu manfaat yang ingin dicapai selain peningkatan kualitas penerangan jalan,” ujarnya.
Proyek KPBU APJ memiliki masa kerja sama selama 10 tahun tujuh bulan. Pemerintah Kabupaten Batang akan membayar investasi tersebut melalui skema availability payment yang bersumber dari APBD mulai 2027 hingga 2037.
Pada lima tahun pertama, pemerintah mengalokasikan pembayaran sekitar Rp26,4 miliar, sedangkan pada lima tahun berikutnya mencapai Rp39,25 miliar, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).
Saat ini para peserta lelang juga diminta melakukan kajian teknis, mulai dari spesifikasi lampu, integrasi jaringan serat optik, hingga penyusunan dokumen penawaran sebelum memasuki tahapan evaluasi.
Setelah aanwijzing, peserta dijadwalkan melakukan survei lapangan guna memastikan kondisi lokasi pemasangan. Sebagian perusahaan sebenarnya telah meninjau lokasi saat market sounding pada Mei lalu, namun survei ulang tetap dilakukan sebagai bagian dari penyempurnaan proposal.
Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan proses evaluasi selesai dan pemenang lelang diumumkan pada November 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik akan dimulai pada Desember 2026 dan ditargetkan rampung sekitar Juli 2027.
Selain meningkatkan kualitas penerangan jalan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal memperluas penerapan teknologi digital dalam pelayanan publik sekaligus mendukung pengembangan Batang sebagai kawasan industri dan kota berbasis smart city.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













