Pilu Ibu Hamil 4 Bulan di Pekalongan Gantung Diri, Dugaan Aksi Nekat Korban Dipicu Tagih Utang Tak Kembali

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Suasana rumah duka saat kerabat dan tetangga yang berbela sungkawa atas kematian korban yang terjadi, Rabu (24/6/26) pagi.

Suasana rumah duka saat kerabat dan tetangga yang berbela sungkawa atas kematian korban yang terjadi, Rabu (24/6/26) pagi.

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Peristiwa memilukan terjadi sebuah rumah kos di Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Seorang ibu rumah tangga berinisial SSP (44) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di pintu kamar kos yang selama ini ditempatinya bersama sang suami.

Peristiwa tragis itu terjadi pada dini hari. Korban yang diketahui sedang mengandung empat bulan tersebut diduga mengalami tekanan batin setelah uang hasil jerih payahnya yang dipinjam sejumlah orang tak kunjung kembali.

Kepala Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Hadi Suwito, mengatakan korban merupakan warga Desa Depok yang selama ini tinggal di kos-kosan di Desa Siwalan untuk menjalankan usaha tempe keripik bersama suaminya.

“Korban dan suaminya sehari-hari membuat tempe keripik lalu dititipkan ke warung-warung. Mereka tinggal di kos di Desa Siwalan,” kata Hadi saat dihubungi kanalplus.id, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga :  Kejari Pekalongan Periksa Ketua DPRD dan Pejabat Penganggaran Terkait Tunjangan Rumah dan Transportasi Senilai Miliaran Rupiah

Menurut keterangan yang diterimanya dari pihak keluarga, hingga beberapa jam sebelum kejadian tidak terlihat tanda-tanda mencurigakan. Korban bahkan masih berkomunikasi melalui pesan WhatsApp dengan rekannya.

Namun sekitar pukul 03.00 WIB, suami korban terbangun dan mendapati istrinya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan kain berwarna hitam yang diikatkan pada pintu kamar.

“Suaminya mengabari saya menjelang subuh. Saat ditemukan, korban sudah dalam posisi tergantung di pintu kamar,” ujarnya.

Hadi menuturkan, berdasarkan cerita yang disampaikan suami korban, pada malam sebelum kejadian korban sempat berusaha menagih uang sekitar Rp3 juta kepada seseorang yang sebelumnya meminjam uang darinya. Namun uang tersebut belum juga berhasil diperoleh kembali.

Korban selama ini dikenal kerap meminjamkan uang kepada beberapa orang. Kondisi tersebut diduga membuat keuangan keluarga menjadi tertekan karena sebagian hasil usaha mereka belum kembali.

Baca Juga :  KPK Dalami Dugaan Pembelian Aset Fadia Arafiq, Lahan Kebun Teh 1 Hektare Senilai Rp800 Juta Masuk Materi Pemeriksaan

“Kalau permasalahan rumah tangga tidak ada. Tetapi memang korban punya uang yang kerap dipinjam oleh orang lain. Orang yang dipinjami juga kesulitan mengembalikan,” jelasnya.

Kabar meninggalnya korban semakin menyisakan kepedihan setelah diketahui ia tengah menanti kelahiran buah hati dari pernikahan keduanya yang baru berjalan sekitar satu tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, usia kandungannya telah memasuki empat bulan.

“Masih hamil sekitar empat bulan. Baru beberapa waktu lalu keluarga mengadakan syukuran kehamilan,” ungkap Hadi.

Jenazah korban sempat menjalani proses identifikasi oleh petugas kepolisian sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Depok untuk dimakamkan.

Disclaimer: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, layanan kesehatan terdekat, atau hubungi orang yang dipercaya untuk mendapatkan dukungan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air
PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat
Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk
Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Perumdam Tirta Kajen Wacanakan Sistem Genap Ganjil untuk Atasi Krisis Debit Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:03 WIB

PDAM Pekalongan Atasi Gangguan Air Valve di Lima Titik, Debit Air ke Pelanggan Meningkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Dindik Pekalongan Sebut Lima Anak Terlibat Dugaan Perundungan SDN Langkap 2 Diminta Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Siswa SD di Pekalongan Diduga Alami Perundungan, Keluarga Ungkap Kondisi Anak Memburuk

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Berita Terbaru