Festival Dolanan Anak di Batang Bakal Jadi Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah

Rabu, 1 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Disdikbud berencana menjadikan dolanan tradisional menjadi materi ekstrakurikuler di sekolah dasar di Kabupaten Batang, Rabu (1/7/26). Foto :  Ilustrasi AI

Disdikbud berencana menjadikan dolanan tradisional menjadi materi ekstrakurikuler di sekolah dasar di Kabupaten Batang, Rabu (1/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah semakin akrabnya anak-anak dengan gawai dan permainan digital, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang memilih cara berbeda untuk membangun karakter generasi muda. Melalui program Ketan Budaya, permainan tradisional akan kembali hadir sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar.

Program tersebut resmi diluncurkan lewat Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026), yang diikuti sekitar 150 siswa dari 11 sekolah dasar.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Batang, Nurlaili Endahwati, mengatakan program itu lahir dari keprihatinan semakin jauhnya anak-anak dari permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak sekarang lebih mengenal permainan modern dan budaya luar dibandingkan dolanan tradisional yang merupakan warisan leluhur. Karena itu kami menghadirkannya kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Agar Patuh, Cara Polisi di Batang ini Ajak Warga Sarapan Pagi dulu Baru Diberikan Edukasi Tertib Lalu Lintas

Sebanyak 11 SD di Kecamatan Batang, Kandeman, dan Tulis ditunjuk sebagai sekolah percontohan. Nantinya, konsep tersebut akan dikembangkan secara bertahap ke seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang.

Dalam festival itu, siswa diajak memainkan sedikitnya 10 permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui, seperti Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, hingga Das-dasan atau Dam-daman.

Menurut Nurlaili, permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Berbagai permainan tersebut mampu melatih kemampuan motorik, sensorik, kebugaran fisik, sekaligus membentuk karakter anak.

“Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama, menghargai teman, mematuhi aturan, berkomunikasi, bersikap jujur, sportif, hingga mengendalikan emosi. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan sejak usia dini,” jelasnya.

Baca Juga :  Usai Dikirab, Tombak Abirawa dan 62 Pusaka Leluhur Batang ini Jalani Prosesi Jamasan di Malam Satu Suro

Ia menilai aktivitas bermain secara langsung bersama teman sebaya juga menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget yang kini semakin mendominasi keseharian mereka.

Selain memperkuat pendidikan karakter, Program Ketan Budaya juga menjadi upaya memasukkan unsur pelestarian budaya lokal ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya sendiri. Jangan sampai mereka hanya mengenal permainan digital, tetapi tidak tahu permainan yang menjadi warisan bangsa,” ungkap Nurlaili.

Disdikbud berharap program tersebut dapat diterapkan di seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang sehingga permainan tradisional tidak sekadar dikenang, tetapi kembali menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Agar Patuh, Cara Polisi di Batang ini Ajak Warga Sarapan Pagi dulu Baru Diberikan Edukasi Tertib Lalu Lintas
Minibus Terguling Usai Hantam Pohon di Jalan Sultan Agung Batang, Sopir Selamat
Ironi Rumah Subsidi Batang: Dekat Kawasan Industri, Gringsing Justru Tertinggal dari Bandar
Batang Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan Makam, Aturan Baru Berlaku untuk Seluruh Perumahan
Retribusi Parkir Jumat Kliwon Disorot DPRD Batang, Potensi PAD Dinilai Masih Banyak Bocor
Asyik Main HP, Dapur Rumah di Batang Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta
50 Desa Rawan Kekeringan di Batang Disiagakan Pompa Air, Tujuh Kecamatan Masuk Zona Paling Rentan
Pria Tewas Tertemper KA Kamandaka di Jalur Rel Pekalongan-Batang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:40

Agar Patuh, Cara Polisi di Batang ini Ajak Warga Sarapan Pagi dulu Baru Diberikan Edukasi Tertib Lalu Lintas

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:14

Minibus Terguling Usai Hantam Pohon di Jalan Sultan Agung Batang, Sopir Selamat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:58

Ironi Rumah Subsidi Batang: Dekat Kawasan Industri, Gringsing Justru Tertinggal dari Bandar

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:15

Batang Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan Makam, Aturan Baru Berlaku untuk Seluruh Perumahan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04

Retribusi Parkir Jumat Kliwon Disorot DPRD Batang, Potensi PAD Dinilai Masih Banyak Bocor

Berita Terbaru