Dinsos Pekalongan Ingatkan Warga, KTP Dipinjamkan Bisa Berdampak ke Data Bansos

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan

Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan

KANAL PEKALONGAN — Kebiasaan meminjamkan KTP kepada orang lain kini bisa membawa risiko yang jauh lebih besar dibanding sekadar urusan administrasi. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan mengingatkan data kependudukan yang digunakan dalam transaksi tertentu dapat terhubung dengan sistem sosial ekonomi dan berpengaruh terhadap profil penerima bantuan.

Kepala Dinsos Kabupaten Pekalongan Suprayitno mengatakan masyarakat harus berhati-hati terhadap penggunaan NIK dan identitas kependudukan.

Menurutnya, data kependudukan saat ini telah terintegrasi dengan berbagai sistem.

“Identitas kependudukan itu sebenarnya barang pribadi, dokumen pribadi. Jadi jangan sampai jatuh ke orang lain,” kata Suprayitno di kantornya, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, ketika NIK seseorang digunakan dalam transaksi perbankan, pembelian kendaraan atau kepemilikan aset tertentu, informasi tersebut berpotensi masuk dalam data yang digunakan untuk membaca kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga.

Hal inilah yang menurutnya perlu dipahami masyarakat. Suprayitno mencontohkan seseorang yang sebelumnya tercatat sebagai keluarga dengan kondisi ekonomi rendah dapat menghadapi persoalan apabila NIK-nya digunakan orang lain untuk transaksi yang mencerminkan kemampuan ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga :  Kekeringan Ancam 39 Desa di Pekalongan, Ratusan Warga Sudah Kesulitan Air Bersih

“Kalau KTP saya, NIK saya misalnya dipakai di perbankan untuk pinjam, kredit dan lain-lain, otomatis nanti bisa mempengaruhi DTSEN,” terangnya.

Begitu pula ketika identitas seseorang digunakan untuk kepemilikan kendaraan atau aset lainnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah memberikan KTP hanya karena mendapat imbalan tertentu. Bahkan, menurut Suprayitno, risiko tersebut tetap ada meski pemilik KTP menerima bayaran.

“Mau dikasih Rp1 juta pun resikonya sama,” ujarnya.

Suprayitno meminta masyarakat, baik penerima bansos maupun bukan, memperlakukan KTP dan NIK sebagai data yang harus dijaga.

“Jangan kita berikan identitas kita kepada orang lain. Kita harus antisipatif apabila data itu digunakan atau disalahgunakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Saat Guru Madrasah di Pelosok Jadi Penjaga Asa Pendidikan Tanpa Kepastian Status

Kasus pasangan lansia Dayat (70) dan Darmi (63) di Desa Kayugeritan menjadi salah satu contoh nyata persoalan tersebut.

Identitas Darmi diketahui digunakan pihak lain untuk kepentingan pinjaman. Namun, berdasarkan penelusuran operator DTSEN desa, status Darmi saat ini tetap tercatat dalam desil 1.

Operator DTSEN Desa Kayugeritan Neli Setyoningsih mengatakan persoalan pinjaman tersebut tidak membuat desil Darmi berubah.

“Bu Darmi saat ini desilnya masih utuh, masih desil satu, tidak berubah,” beber Neli.

Di sisi lain, persoalan bansos Darmi juga telah menemukan titik terang setelah sanggahan pemerintah desa mengenai statusnya disetujui Pusdatin.

Darmi selanjutnya akan kembali diusulkan sebagai penerima bantuan melalui mekanisme DTSEN.

Dinsos Kabupaten Pekalongan mengatakan edukasi mengenai keamanan data kependudukan terus dilakukan melalui pendamping PKH, TKSK, pemerintah desa dan media sosial.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Berita Terbaru